Koramil 02 Rambah Tak Kenal Lelah, Meski Berpuasa Tetap Buatkan Jamban untuk Warga

example banner
 

 563666

Rokan Hulu, Riau Andalas.com‎Inilah namanya tugas Meski sedang melaksanakan Ibadah Puasa pada Bulan Ramadhan. Tetapi kegiatan Militer di Koramil 02 Rambah tetap malakukan pembuatan jamban diwilayah Teritorial Koramil 02 Rambah Kodim 0313 Kampar (16/06/2016).

Kegiatan pembuatan jamban merupakan Prongram Komando yang dimana sasarannya kepada masyarakat yang kurang mampu yang tidak memiliki jamban.”jelasnya

“kita ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat walaupun kita tau sekarang masih masa bulan ramadan” terang Danramil 02 Rambah kepada Sejumlah Wartawan.

Disamping itu, hal ini juga mendukung untuk kesehatan masyarakat agar tidak terserang bibit penyakit, seperti diare, typhus, muntaber, disentri, cacingan dan gatal-gatal.serta penyakit lain yang bisa membahayakan kesehatan warga ‎di wilayah tugasnya.

Dengan di bantu Bintara pembina Desa (Babinsa) Serka Yendri yang  langsung mendata masyarakatnya yang tidak memiliki jamban. Maka terdatalah Mara Sakti salah seorang warga Desa Rambah Tengah Hulu Pawan Rt 05 Rw 03 kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) yang tidak memiliki suatu ruangan tempat pembuangan tinja atau jamban.

“saya mendata dengan cara bertanya kepada pak Mara Sakti dan melihat serta meninjau lansung kerumahnya” sebut yendri Babinsa setempat.

Lanjutnya” setelah itu, maka saya langsung melaporkan kepada Danramil 02 Rambah. (Kapten Alza septendi) yang langsung di teruskan ke Staf Koramil 02 Rambah Kopda Dedy Nofery. Samosir yang lebih dikenal Si Bajak Laut” ungkap Yendri.

Mara Sakti (29) Merupakan salah satu masyarakaat Pawan Rt 05 Rw 03 yang di bantu oleh Militer Koramil 02 Rambah dibangunkan jamban buat keluarganya dan mereka  merasa bahagia dengan jamban barunya.karna selama ini sangat di butuhkan

“kami sekeluarga sangat berterima kasih kepada bapak TNI. Sebab  sekarang kami sudah memiliki jamban untuk keluarga kami. Apalagi sekarangkan Bulan Ramadhan” imbuhnya.

Mara Sakti juga mengakui, selama jalan enam tahun berkeluarga. Belum bisa mendirikan jamban untuk keluarganya. Dikarenakan Mara Sakti hanyalah sebagai masyarakat biasa yang kesehariannya hanya seorang petani.

“Selama ini kami hanya menggunakan jamban darurat saja pak, dimana biasanya kami melakukan pembungan tinja kesungai. Ya bagai mana lagi semua karena faktor ekonomi.” jelas Mara.‎( alfian)