Ketua PGRI Baru Dr Adolf Bastian: Berjanji Mengupayakan untuk Mensejahterakan Nasib Guru.

 
ROKAN HULU, Riau Andalas. com – Dr. Adolf Bastian MMPd, akhirnya terpilih sebagai Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), masa bakti 2017-2022. Dirinya menyatakan, akan mengupayakan untuk mensejahterakan nasib guru.

Aldolf yang juga Rektor di Universitas Pasir Pangaraian (UPP), terpilih sebagai Ketua PGRI Kabupaten Rohul melalui Konferensi PGRI Rohul di Convention Hall Islamic Center Pasirpangaraian, Kamis (27/4/2017), dihadiri ribuan guru PNS dan tenaga honorer.‎

Usai konferensi, Adolf menyatakan, dengan dipercayanya dirinya‎ sebagai Ketua PGRI Rohul untuk lima tahun ke depan, maka dirinya akan menjalankan amanah sebaik mungkin., sebagai organisasi yang berdiri sejak 1945, atau empat bulan pasca hari kemerdaan Republik Indonesia, masih banyak masalah yang dihadapi oleh tenaga pendidik, terutama guru honor atau guru komite yang gajinya masih di bawah standar Upah Minimum Kabupaten (UMK). Masalah ini juga terjadi di seluruh daerah di tanah air.

Dimana sesuai AD/ ART PGRI, ungkap Adolf, tujuan awal berdirinya PGRI adalah untuk memperjuangkan kesejahteraan, melindungi anggota dari sisi hukum, dan masalah kompetensi‎ guru.‎

Sebagai Rektor UPP, Adolf punya rencana akan berikan pelatihan bagi seluruh guru di Rohul untuk membuat jurnal ilmiah. Menurut Adolf, masih banyak guru yang belum bisa membuat jurnal ilmiah, padahal hal ini merupakan‎ salah satu syarat di uji kompetensi.‎

Dirinya juga berjanji, akan mengerahkan seluruh Dosen UPP untuk mengajarkan cara membuat jurnal ilmiah kepada seluruh tenaga pendidik, baik guru PNS atau honorer.‎

“Berharap guru di Rohul mempunyai peluang untuk bisa mengikuti lomba tulis di tingkat provinsi bahkan nasional,”‎kata Adolf Bastian.

Terkait kesejahteraan tenaga pendidik, Adolf juga mengakui kesejahteraan para pahlawan tanpa tanda jasa masih sangat-sangat kurang, terutama guru honor atau guru komite.‎

Kemudian, dengan minim nya jumlah PNS di sekolah-sekolah, maka tidak sedikit sekolah yang masih memberdayakan guru honor atau guru komite, dimana gajinya masih di bawah standar UMK.‎

“Pihak sekolah tidak mampu membayar tinggi, malah upah mereka di bawah buruh, antara Rp500 ribu hingga Rp600 ribu per bulan, dan jadi isu di tingkat nasional,” ungkapnya.

Adolf mengaku, pemerintah memang berniat sejahterakan guru, maka tenaga pendidik honor atau komite harus diangkat sebagai guru PNS, guru honor daerah atau guru provinsi yang digaji dari kas daerah atau APBD.

“Bila pemerintah punya keinginan,‎ maka hanya perlu kemauan politik yang tinggi dari pemerintah, kalau mau pendidikan bermutu ya hargailah anggota PGRI,” kata Adolf lagi.

Kemudian, keputusan untuk mensejahterakan guru sebenarnya ada di pemerintahan, dalam hal ini kepala daerah dan DPRD. Bila keduanya sepakat, tentu kesejahteraan guru akan meningkat.‎

“Bila guru PNS sudah sejahtera, apalagi guru yang sudah lulus sertifikasi.‎ Yang jadi masalah ini masalah kesejahteraan guru honor atau guru komite,” papar Adolf.

Dikegiatan itu, Adolf Bastian dan lainnya dikukuhkan sebagai Ketua dan pengurus PGRI Kabupaten Rohul periode 2017-2022 oleh Wakil Ketua PGRI Provinsi Riau H. Basri, M.Pd, dihadiri Sekretaris PGRI Riau Drs. H. Baharudin, MM, dan Wakil Sekretaris PGRI Riau Drs. H. Hasan Basri. ** ( Alfian)