Ketua DPRD Tegaskan, Pembangunan Gedung Dewan Baru Sebatas Review Perencanaan

example banner

ROKAN HULU, Riau Andalas. com   – Ketua DPRD Rohul Kelmi Amri SH, meluruskan terkait adanya wacana melanjutkan pembangunan gedung dewan. Dikatakannya, kegiatan yang akan dilakukan baru sebatas review perencanaan saja.

 

Ketua DPRD Kelmi Amri SH, juga membantah bahwa Pemkab Rohul akan melanjutkan pembangunan gedung DPRD Rohul dengan alokasi anggaran Rp28 miliar 2018.

 

Ungkap ‎Kelmi, memang di APBD Rohul 2017 dianggarkan dana Rp28 miliar untuk kelanjutan pembangunan‎gedung DPRD Rohul berlantai dua di Jalan Lingkar Pasir Pangaraian.

 

Hanya saja, untuk kelanjutan pembangunan gedung DPRD Rohul harus didahului‎ dengan review perencanaan atau review design dilakukan dinas terkait melalui konsultan. Review perencanaan dilakukan, karena hasil review design yang lama tidak bisa lagi jadi acuan, sebab jumlah anggota DPRD Kabupaten Rohul saat ini 45 orang dengan sembilan fraksi.

“Dulunya, saat gedung instruktur dibangun itukan didesain untuk 35 anggota dengan empat fraksi. Sehingga, kita minta review perencanaan, kemudian kalau waktu terkejar untuk dilelang,” kata Kelmi, Selasa (29/8/2017) kemarin.

Disaat Komisi 4 DPRD Rohul hearing dengan Dinas Perumahan dan Pemukiman Kabupaten Rohul jelas Kelmi, pihak dinas mengaku sangat tidak mungkin lagi dilelang. Karena waktu serapan anggaran sekira Rp27 miliar akan habis, sebab sudah memasuki akhir Agustus 2017.

Hasil review perencanaan dilakukan pihak konsultan muncul dana diperlukan untuk kelanjutan pembangunan gedung DPRD Rohul. Sehingga total keseluruhannya bukan Rp28 miliar, namun menelan anggaran sekitar Rp50 miliar.

Jelas Kelmi lagi, dengan pertimbangan Komisi 4 DPRD Rohul, anggaran capai  Rp28 miliar sempat dipertanyakan. Karena, dinas terkait sendiri pesimis bisa mengejar waktu yang tersisa, sehingga hanya dilakukan review perencanaan dengan anggaran sekira Rp135 juta.

“Untuk kelanjutan pembangunan tidak dilakukan tahun ini, tentunya akan sia-sia saja. Makanya hanya dilakukan review perencanaan dan sudah diekspose. Eskpose tersebut mungkin yang dianggap sebagai tahapan lelang, sementrara ekspose tersebut nantinya memaparkan hasil review perencanaan saja,” ungkapnya.

Kelmi mengaku, review perencanaan tidak masalah dilakukan tahun ini, sebab tergantung kapan Pemkab Rohul akan melanjutkan pembangunan gedung dewan yang beberapa tahun terbengkalai.

Kelmi juga menegaskan, hingga memasuki akhir Agustus 2017 dengan bobot anggaran sekira Rp27 miliar, tidak ada jaminan untuk lelang karena Dinas Perumahan dan Pemukiman Rohul yakin kegiatan tidak akan selesai.

Ditanya apakah kelanjutan pembangunan gedung DPRD Rohul merupakan kebutuhan, Kelmi mengaku selama Pemkab Rohul punya anggaran hal itu tentunya sangat mendesak.

“Hemat saya, kalau Rohul punya duit itu sangat mendesak. Karena insfrastruktur sudah ada dan uang Pemda sudah berapa banyak terpakai,” jelas Kelmi.**( Alfian)