Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak – Riau dan Kepulauan Riau gandeng Badan Intelijen Negara

example banner

Pekanbaru,Riauandalas.com– Tuntaskan permasalahan penunggakan pajak di daerah. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak – Riau dan Kepulauan Riau gandeng Badan Intelijen Negara (BIN) untuk penyelesaian. Diantaranya terkait penyebab penunggakan pajak dari pelaku usaha.Plt Gubri menerima Cenderamata saat hadiri Panutan Penyampaian SPT tahunan dan tax gethering 2016 Pemerintah Provinsi Riau & Kanwil DPJ riau dan kepri di Balai Serindit Gedung Daerah
Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah DJP Riau dan Kepulauan Riau, Jatnika mengatakan. Dikatakanya, jika berkerjasama dengan BIN tersebut bertujuan untuk mendeteksi dan melacak penyebak terjadinya penunggakan pajak oleh palaku usaha. Sedangkan untuk penagihan tetap dilakukan oleh petugas pajak.
“Kerjasama dengan BIN ini bukan berarti untuk penagihan. Tapi untuk pelacakan dan pendenteksian permasalahan terjadinya penunggakan pajak katan, Jatnika Rabu (16/3).
Dijelaskanya, hingga saat ini penunggakan pajak di Riau mencapai sekitar Rp.1 triliun. Sedangkan apa kendalanya belum diketahui secara signifikan. Tambah lagi kurangnya keterbukaan dari pelaku usaha. Karena tahun ini adalah tahun diberlakukannya penindakan pajak. Untuk itu DJP menghimbau pada pelaku usaha yang belum bayar pajak untuk segera melakukan pembayaran. Jika tidak akan diproses secara hukum berlaku tentang penunggakan pajak. Apalagi dalam penunggakan itu ada tindak kesengajaan.
“Jika terbukti ada tindakan sengaja atau pidana maka kita akan lakukan penindakan, dan memberikan sanksi sesuai yang telah dilakukan,” tegasnya.
Disamping itu Jatnika, juga meminta dukungan dan kerjasama pada pemilik perpajakan. Seperti instansi Pemda, dinas-dinas terkait, asosiasi-asosiasi dan lainya, termasuk masyarakat sendiri yang bisa memberikan data kepada Kantor Wilayah DJP Riau. Agar penindakan wajib pajak ini segera dilakukan.
“Kita akui, penurunan pajak tidak hanya disebabkan oleh penunggak pajak, tapi juga disebabkan tidak stabilnya kondisi perekonomian Riau saat ini. Seperti harga sawit dan migas yang mengalami penurunan, yang otomatis berdampak pada pelaku usah,” tuturnya.