Joko Waluyo Sayangkan Oknum Kepala Sekolah Dede Haryanto Menggundang Preman.

example banner

JABAR, Riauandalas.com – Joko Waluyo. SH Ketua INVESTIGASI LEMBAGA LPI TIPIKOR PUSAT, Sangat menyayangkan ada nya insiden kepsek yang menggundang preman untuk mengusir pihak Lembaga Pemantau Keuangan Negara ( PKN ) dan rekanya, yang sedang komfrimasi di SMKS TEKNIKA CISAAT SUKABUMI.

” Hal semacam itu tidak perlu terjadi karena kepala sekolah ( Kepsek ) adalah salah satu pimpinan di sekolah selain itu juga kuasa dalam pengguna anggaran dari Pemerintah jadi hal yang sangat wajar apabila kepsek di komfrimasi terkait pengelolahan dana bantuan Contohnya dana BOS,” Ungkap Joko.

Ditambahkan Joko ” Dana BOS adalah bantuan pemerintah untuk murid yang dikelola di sekolah masing – masing secara mandiri, terbuka transparan dan akuntabel serta dapat di pertanggung jawapkan.

Kepala sekolah harus membentuk tim BOS di sekolah yang beranggotakan dewan guru dan anggota komite serta satu unsur dari masyarakat di luar komite, merekalah yang mengelola dana BOS tersebut, sementara kepsek bersama ketua komite bersama – sama memantau / mengawasin tim BOS sekolah dalam melaksanakan penggunaan dana BOS, apakah benar – benar sudah sesuai aturan yang tertuang dalam juknis BOS,” Jelas Joko.

” Untuk transparansi bagi sekolah yang menerima Bantuan BOS di wajibkan melakukan beberapa langkah seperti, memasang Pengumuman Bos – 03, Bos – 04, dan RKAS yang ditempel dipapan pengumuman BOS disekolah dan meyampaikan berapa besarnya dan apa kegunaannya dana BOS disekolah tersebut kepada masyarakat khususnya wali murid secara tertulis disaat pembagian rapor.

Sekolah juga wajib melaporkan rekapitulasi, realisasi penggunaan dana BOS secara Online setiap triwulan, agar semua lapisan masyarakat dapat mengetahui penggunaan dana BOS di setiap jenjang sekolah, artinya dana BOS harus dikelola secara transparansi dan akuntabel,” Ungkap JokoWaluyo. SH.

Oleh karena itu sangat di sayangkan atas tindakan ” Oknum Dede Haryanto selaku kepala sekolah SMKS TEKNIKA CISAAT yang dengan sengaja mengundang preman untuk mengusir pihak Pemantau Keuangan Negara ( PKN ) dan rekannya, seharusnya Dede Haryanto bisa lebih bijak dan dapat menggunakan hak jawabnya bukan malah ambil kesimpulan yang akan berdampak negatif serta merugikan sebelah pihak,” Tegas Joko Waluyo. ( fendi / biro )