Jenazah Korban Di Sambar Buaya Di Sungai Mahato Sudah di Makamkan

ROKAN  HULU, Riau Andalas. com   -Buaya pemangsa petani di Sungai Puntung KM 37 Desa Persiapan Mahato Hulu, Kecamatan Tambusai Utara, Rokan Hulu (Rohul) diketahui sejenis buaya katak.

Dalam proses pencarian, buaya bermoncong panjang yang biasa memakan ikan di sungai tersebut terus menjaga jenazah korban, sekira 20 meter dari TKP, tepatnya di hulu Sungai Puntung.

“Buaya itu masih terus di lokasi penemuan korban, tetapi saat ada warga yang menyelam, buaya itu tidak menyerang,”‎ tegas Kapolsek Tambusai Utara AKP Fauzi, Senin (7/8/2017).

Jelas AKP Fauzi, Minggu (6/8/2017) sekitar pukul 09.00 Wib, korban Susanto (35)‎ warga KM 19 Desa Persiapan Suka Jaya, Kecamatan Tambusai Utara, bersama temannya Eka Sudarma (35) baru pulang dari ladangnya berlokasi di Rawa Seribu.

Saat itu, keduanya menyeberang Sungai Puntung menggunakan getek atau rakit atau pelayangan yang terbuat dari susunan drum bekas‎. Ketika getek berada di tengah sungai, tiba-tiba sling putus dan getek terbawa arus.

Korban Susanto lalu turun ke aliran sungai untuk mendorong getek, sementara  rekannya Eka Sudarma tetap di atas getek.

“Saat itu, korban Susanto turun ke sungai, ketika baru turun langsung disambar buaya.‎ Korban sempat mengatakan ‘buaya’ dan langsung hilang,” ucap AKP Fauzi.

Karena melihat Susanto diterkam buaya dan langsung hilang, Eka Sudarma menyelematkan diri dan meminta tolong ke warga yang sedang memancing, karena daerah itu merupakan lokasi pemancingan.

Setelah dilakukan pencarian cukup lama dipimpin AKP Fauzi dibantu personel Polsek Tambusai Utara dan masyarakat, Minggu sekitar pukul 18.15 Wib jenazah Susanto ditemukan di sebuah lubuk, atau aliran sungai yang cukup tenang. Saat dibawa ke Puskesmas Tambusai Utara, terdapat 11 luka bekas gigitan buaya di bagian paha kiri dan bokong korban.

Dari informasi warga, ayah dari enam orang anak tersebut akan dikebumikan di kampungnya di daerah Kota Pinang, Sumatera Utara.

Sudah Kedua Kalinya Warga Diterkam Buaya di Sungai Puntung.

Informasi warga ke pihak Polsek Tambusai Utara, ternyata sudah dua kali warga diterkam buaya di Sungai Puntung KM 37 Desa Persiapan Mahato Hulu.

Dijelaskan AKP Fauzi,  dari informasi sejumlah masyarakat, beberapa tahun silam, seorang warga asal Pulau Nias, Sumut, juga pernah dilaporkan diterkam buaya di Sungai Puntung.

Fauzi mengaku, Sungai Puntung dulunya merupakan aliran Sungai Mahato yang dialihkan atau diputus oknum untuk mengeringkan kawasan Rawa Seribu dan dijadikan lahan kebun kelapa sawit seperti sekarang ini.

Sungai Puntung yang awalnya kanal kini menjadi aliran sungai cukup deras, dan saat ini menjadi tujuan pemancing untuk mencari ikan.

“Sudah dua kali. Warga asal Nias (Sumut) juga pernah diterkam buaya di lokasi ini,” jelas AKP Fauzi.

AKP Fauzi mengaku belum mengetahui kronologis sebenarnya. Sebab, rekan korban yang selamat, Eka Sudarma masih trauma pasca kejadian, Ahad kemarin.

“Rencananya hari ini akan kita temui saksi di rumahnya, karena kemarin dia masih trauma, dan ngomongnya terbata-bata,”‎ ucap AKP Fauzi.** ( P.Pakpahan)