Jelang Pendaftaran, 4 Pasangan Balon Mengerucut

Tidak ada komentar 712 views
example banner

kpu

PEKANBARU, Riau Andalas.com- Jelang Pembukaan pendaftaran Balon Pilwako 2017 Pekanbaru Oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), tiga pasangan Balon mulai mengerucut.

Sesuai informasi dilapangan, adapun tiga pasangan Balon tersebut adalah, Firdaus ST MT berpasangan dengan Edi Satria diusung partai Demokrad-PKB Ayat Cahyadi- Irvan Herman diusung Partai PKS dan PAN, Dwi Agus Sumarno-Zulfan Hafiz dari Partai PDI Perjuangan-Nasdem dan Jufri Zubir – Detrayani Bibra Partai Golkar.

Pengerucutan pasangan tersebut dilihat dari beberapa komitmen partai yang telah memberikan informasi untuk pengusungan Balon. Diantaranya, Partai PKS yang akan mengusung Ayat-Irvan Demokrat Firduas ST MT-Edi Satria.

Menanggapi informasi pasangan balon yang mengerucut dan mencuat tersebut, pengamat politik Riau, Zukifli, menyetakan bisa saja terjadi. Namun sebelumnya ia memprediksi hanya tiga pasangan. Hal itui disebabkan minimnya kandidat yang berkualitas dimata masyarakat yang mencalonkan diri. Sehingga partai pun sedikit kesulitan dalam melakukan penetapan pada balon yang akan diusung. Karena rata-rata tingkat survei partai tidak memenuhi yang diinginkan partai.

Pada Pilwako kali ini, partai sangat sulit menentukan balon yang akan diusung dibanding pilkada sebelum-sebelumnya. Penyebab itu memang disebabkan oleh Balon yang mendaftar yang kurang dari harapan partai.

“Kita bisa lihat, rata-rata hasil survei partai pada balon tidak memenuhi harapan partai. Sehingga keptusan partai jadi lambat. Seharusnya dalam waktu berjalan saat ini, sudah ada partai yang mengumumkan balon begitu juga balon yang melakukan deklarasi. Nyatanya sampaio saat ini belum ada yang melaksanakan,” katanya.

Tambah lagi katanya, untuk koalisi partai, masing partai-partai banyak mengarah pada kebijakan nyaman, dan tidak ingin sibuk yang hanya mengambil jalan aman. Pasalnya, keyakinan untuk menang seakan berat digaungkan partai. Sehingga partai menunggu dengan siapa yang pantas dan bisa berkoalisi yang kesanya jual mahal.

“Disisi lain, saat ini banyak yang memprediksi partai jual mahal. Pada hal tidak, karena masing-masing partai kebingungan untuk menentukan pilihan, akibat trac record balon dan juga sang balon yang tidak dikenal masyarakat sebelumnya,” tuturnya Zulkifli. (Dre)