Inilah Pesan Kemenag Rohul Kepada JCH Tandun dan Kabun

Tidak ada komentar 350 views
example banner

 TANDUN KABUN 5

Rokan Hulu, Riau Andalas.com– Kakan Kemenag Rohul Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan, MA, sampaikan beberapa pesan kepada Jamaah Calon Haji (JCH) Kec. Tandun dan Kabun pada acara pelepasan dan syukuran keberangkatan JCH Kec. Tandun dan Kabun, Senin (8/8/2016) bertempat di Masjid Besar Ubudiyah, Tandun.

 

Hadir dalam acara pelepasan dan syukuran tersebut Camat Tandun Tengku H. Habrizal, Ssos, Msi yang juga Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kab. Rohul, Kepala KUA Tandun Gustaman, SAg, Msy, Kepala UPTD Dikpora Didik Riyanto, MMPd, Pengurus IPHI Kec. Tandun, para Kades se-Tandun, Kepala Puskesmas Tandun, tokoh agama, tokoh masayarakat, tokoh adat, ninik mamak, dan JCH Kec. Tandun dan Kabun.

 

Ahmad Supardi Hasibuan yang didaulat sebagai pemberi ceramah menyamaikan beberapa pesan kepada JCH Tandun dan Kabun yang akan berangkat dari bandara Tuanku Tambusai Pasir Pengaraian menuju bandara Hang Nadim Batam, pada tanggal 14 Agustus 2016, sebagai berikut :

Pertama, bersyukur kepada Allah SWT, sebab dari 1,6 Milliar umat Islam penduduk dunia, 237 orang dari Rohul, dapat menunaikan ibadah haji, padahal yang dapat berhaji tahun ini hanya 4 juta orang dari seluruh dunia. Banyak orang kaya, mampu dan punya kesematan berhaji, tetapi tidak dapat menunaikan ibadah haji.

 

Kedua, bayarkan segera hutang piutang jika ada, sebab membayar hutang lebih penting dari pada menunaikan ibadah haji. Jangan sampai kita meninggalkan hutang, sementara batas umur ataupun ajal kita tidak tahu kapan datangnya. Oleh karenanya, tanya tetangga, kawan-kawan, karib kerabat, jika ada hutang maka bayarkanlah.   

 

Ketiga, luruskan niat semata-mata mengharap ridho dari Allah SWT. Jangan sampai niat kita dikotori oleh kepentingan-kepentingan duniawi dan bersifat sesaat, tetapi menunaikan ibadah haji, semata-mata untuk menunaikan perintah Allah SWT.

 

Keempat, persiapkan bekal yang cukup seperti dengan pakaian secukupnya, ilmu yang memadai tentang ibadah haji, dan yang paling penting adalah bekal taqwa kepada Allah SWT, sebab sebaik-baik bekal adalah taqwa kepada Allah SWT. Termasuk juga menyiapkan bekal yang cukup, bagi keluarga yang ditinggal, yang menjadi tanggung jawab kita.

 

Kelima, Jaga kesehatan baik selama di Indonesia maupun waktu di tanah suci, sebab ibadah haji ini adalah ibadah fisik, dimana kegiatannya banyak menggunakan fisik, seperti Tawaf, Sa’i, Wuquf, melontar Jumroh dan lain sebagainya, apalagi waktunya panjang 40 hari.

 

Keenam, jaga pola makan, khususnya ketika berada di Arab Saudi, sebab masakan arab saudi tentu tidak sama dengan masakan orang Indonesia. Jangan sampai karena makan sembarangan, sehingga badan sakit, perut mual, dan sebagainya.

 

Ketujuh, jangan sampai lupa bermaaf-maafan atas segala kesalahan dan kealfaan bersama keluarga, handai tolan, teman sejawat seperjuangan, dan sebagainya, sehingga ketika berada di tanah suci, tidak ada lagi sangkut paut yang bersifat kesalahan dengan orang lain. 

 

Kedelapan, jangan lupa mendoakan masyarakat Rohul agar sehat wal afiat, murah rezki, panjang umur, dapat menunaikan ibadah haji pada suatu saat nanti, dan pemerintahannya dapat membawa Rohul menuju masyarakat madani, menjadi negeri baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur. (Alfian)