Induk Perusahaan Mercy berharap dapat Membatasi Pengeluaran untuk Mobil Listrik

mercedes

STUTTGART, Riau Andalas.com -Setelah meluncurkan mobil listrik dari EQ, Daimler–induk perusahaan Mercedes-Benz–berharap dapat memangkas biaya penelitian tahunan dan belanja pembangunan sebesar $ 2.2 miliar (Rp 28 triliunan).

Dilansir Carscoops, Jumat (14/11/2016), CEO Daimler, Dieter Zetsche membenarkan kabar tersebut. Sebab, biaya belanja Daimler meningkat karena melahirkan mobil listrik pertama.

Tahun depan Daimler berharap dapat membatasi pengeluaran untuk Research and Development (R&D) sekitar $ 13,2 miliar (Rp 171 triliunan). Sedangkan untuk tahun ini, Daimler menghabiskan $ 15,4 miliar (Rp 200 triliunan).

Dalam dekade mendatang, Daimler memprediksi penjualan mobil listrik menyumbang 25 persen.

Di Paris Motor Show 2016, Mercedes-Benz memamerkan armada mobil listriknya dengan konsep Generation EQ suv (Sport Utility Vehicle), yang dibekali oleh dua penggerak listrik, dengan daya jangkau sejauh 500 kilometer. (sumber:detik.com)

Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0852 6596 3225
via EMAIL: riau_andalas@yahoo.com atau Riauandalas@gmail.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Induk Perusahaan Mercy berharap dapat Membatasi Pengeluaran untuk Mobil Listrik"