Indahnya Sipiongot, Destinasi Baru Daerah Terpencil Kabupaten Paluta.


PALUTA, Riauandalas.com-Daerah ini Sering dijadikan bahan olokan. Daerah ini ternyata banyak menyimpan potensi, sebagian dari kita sudah tidak asing dengan daerah ini satu ini, Sipiongot.

Sipiongot merupakan sebagai daerah yang kurang pembangunan. Sarana dan prasarana di Sipiongot belum dibangun secara maksimal. Hal itu yang menyebabkan Sipiongot menjadi bahan olok-olokan. Sipiongot sendiri berada di daerah pegunungan dan diapit oleh tiga gunung besar yakni Sibonggaron, Tikka, dan Bartong.
.
Meskipun daerahnya sangat terpencil, namun Sipiongot masih memegang teguh adat. Masyarakat Sipiongot masih memegang prinsip “Dalihan Natolu” (tiga tungku).
.⠀
Banyak versi mengenai nama Sipiongot. Versi pertama, Sipiongot berasal dari ”Sipiongot” yang artinya penyengat atau lebah. Versi kedua adalah ”Sipaingot” yang berarti wejangan atau pendidikan yang diberikan oleh orang yang lebih banyak pengalamannya atau lebih tua kepada orang tertentu. Versi ketiga adalah Sipiongot berasal dari kata Sipi” yang bermakna daerah terpencil dan “Ingot” artinya tetap selalu dingat dan dikenang orang.

Mayoritas penduduk Sipiongot adalah etnis Batak Angkola. Kecamatan Dolok yang menjadi kecamatan induk dari Desa Sipiongot, dahulunya adalah lokasi tiga kerajaan kecil yakni Kerajaan Huta Raja atau Sinabongan, Kerajaan Sojuangon di Aek Pisang dan Kerajaan Parmeraan di Lobu Naginjang.


Selain masyarakatnya yang unik. Sipiongot juga memiliki sejumlah objek wisata, seperti pengunungan yang memilki batu cadas dengan beragam ukiran, yang membuat terharu akan keindahannya. Salah satunya adalah Air Terjun Sitimbulon. Mirisnya di balik kekayaan budaya dan potensi alamnya, banyak penduduk Sipiongot yang masih hidup di bawah garis kemiskinan @Medanzone

Loc : Sipiongot, Dolok, Kab.PALUTA, Prov.SUMUT, Indonesia

@potret.mandailing | #potretmandailing
@potret.mandailing | #potretmandailing

Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Indahnya Sipiongot, Destinasi Baru Daerah Terpencil Kabupaten Paluta."