Indahnya Panorama Alam, Sambil Makan Durian Suku Talang Mamak Desa Rantau Langsat

INHU, Riauandalas.com- Desa Rantau Langsat, kecamatan Batang Gangsal, kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) provinsi Riau, merupakan desa yang terletak dalam hutan penyangga kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT). Untuk mencapai ke desa tersebut, ada beberapa desa yang harus dilalui dari jalan lintas timur Sumatera, yakni Desa Siberida, Desa Usul, Siambul.

Desa Rantau Langsat mayoritas dihuni oleh suku Talang Mamak. Daerah ini memiliki ekosistem yang jarang dijumpai lagi di berbagai belahan wilayah di Riau. Pohon-pohon besar menjulang tinggi, Aliran sungai Batang Gangsal yang mengular, suara kicauan burung dan puluhan ekor kera hitam selalu hadir membuat suasana ini seperti menjadi sajian penyambutan kedatangan di desa Rantau Langsat.

Bagi para pelancong yang memiliki hobi menikmati buah Durian, ada waktu-waktu yang perlu dicatat bila hendak mengunjungi desa ini. Tepatnya pada bulan awal Januari sampai pertengahan bulan Februari. Karena pada bulan tersebut di kawasan hutan penyangga itu musim durian yang jumlahnya mencapai ratusan per-harinya.

Buah durian asal desa Rantau Langsat ini tumbuh di dalam hutan-hutan sejak ratusan tahun yang lalu. Ukuran buahnya sama seperti durian lokal lainya, aromanya yang menyengat serta memiliki rasa manis bercampur pahit dilidah menjadi rasa tersendiri bagi orang yang mencicipinya.

Bukan hanya memiliki cita rasa yang lezat, kelebihan utama durian Rantau Langsat justru pada daging buahnya yang tebal juga beserat, bertekstur warna kuning pekat dan ukuran bijinya kecil. Penjual durian di desa Rantau Langsat bisa ditemui sekitar pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Lokasinya tepat di pelabuhan sampan atau pompong di tepian sungai Batang Gangsal.

Harga durian disini bervariasi, sistem penjualannya dengan cara peronggok (tumpuk), untuk buah durian ukuran kecil satu onggoknya para pembeli bisa mendapatkan 30 buah durian, ukuran durian sedang satu onggoknya berisi 20 buah dan durian berukuran besar satu anggoknya berjumlah 10 buah, harga per-satu onggok dari setiap ukuran tersebut senilai 200 ribu rupiah.

Selain menikmati durian, di daerah ini juga memiliki berbagai atraksi ekowista yaitu, jelajah rimba, susur sungai, jelajah air terjun, tubing, boating, bermain rakit, sepeda gunung, lempar tombak dan pengamatan burung. Selanjutnya di setiap bulan November Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata dengan melibatkan kelompok sadar wisata Rantau Salo desa Rantau Langsat setiap tahunnya rutin menggelar kegiatan festival Batang Gansal yang menyajikan makanan tradisional, atraksi budaya musik gambus, atraksi budaya silat, pengenalan obat tradisional setempat dan kegiatan lainya. (hdk).