Humas PT.Torganda Bantah Ada Kecurangan dan Keterlibatan Perusahaan di Pilkada Rohul 2020

PASIR PAGARAIAN- Humas PT.Torganda Wilayah Riau, Sariman Siregar, secara tegas membantah bahwa ada dugaan kecurangan di pencoblosan Pilkada Rokan Hulu (Rohul) tahun 2020, di kawasan areal perusahaan di Desa Tambusai Utara, Kecamatan Tambusai Utara.
Tegas Sariman, dirinya sudah mendengar ada laporan dari salah satu Paslon terkait persoalan pemilihan pada 25 TPS di kawasan PT Torganda Kecamatan Tambusai Utara.
Tegas Sariman, pihak Bawaslu Rohul sudah turun ke perusahaan, mempertanyakan prosedur proses pencoblosan‎ di seluruh TPS yang ada di areal PT Torganda Kebun Rantau Kasai Desa Tambusai Utara, termasuk adanya indikasi keterlibatan manajemen.
Sariman menambahkan, bahwa pihak manajemen PT.Torganda tidak pernah berlakukan terkait pembatasan akses masyarakat atau siapapun saat kegiatan Pilkada Rohul 2020. Semua tim sukses dari ketiga Paslon diberi akses masuk ke areal perusahaan, termasuk saksi TPS dari ketiga Paslon.
“Kita katakan, bahwa tak ada sama sekali pembatasan. Jika ada proses masuk dari berbagai pihak ke dalam area perusahaan, wajar kalau memang ada pertanyaan-pertanyaan tentang tujuan dan maksud. Karena perusahaan punya wilayah yang dijaga oleh pihak keamanan perusahaan jadi bukan menghambat, hanya saja memastikan tujuannya apa, dalam rangka apa,” ungkao Sariman, Sabtu (19/12/2020).
“Setiap orang yang datang ke perusahaan dengan tujuan jelas, apalagi sehubungan dengan Pilkada maka tidak seorangpun dihambat, baik itu tim, saksi, pemantau, Panwas dan panitia pemilihan di tingkat desa, kecamatan sampai kabupaten tidak pernah ada hambatan,” ucapnya.
Sikapi laporan dari salah satu Paslon terkait dugaan “kongkalikong” antara manajemen perusahaan dengan salah satu Paslon Pemilihan Bupati dan Wabup Rohul 2020, Sariman menyatakan hal itu hanya tuduhan dan perlu pembuktian.
Katena faktanya ungkap Sariman, masing-masing Paslon punya tim sukses, dan masing-masing tim sukses diizinkan masuk ke areal PT Torganda Kebun Rantau Kasai, demikian juga di masa kampanye dilakukan ketiga Paslon Pilkada Rokan Hulu 2020.
‎”Kita tidak mengetahui sejauhmana komunikasi tim Paslon ke masing-masing calon pemilihnya. Namun bila dengan manajemen rasanya tidak ada,” tegasnya.‎
Mengenai Paslon nomor urut 2 di sebagian besar TPS yang ada di areal PT Torganda, Sariman menyatakan‎, itu cara-cara dari tim sukses masing-masing, bagaimana meyakinkan calon pemilih, dan tidak ada campur tangan pihak perusahaan.<l
Mengenai ada tudingaan mobilisasi pemilih juga dibantah Sariman. Diakuinya, perusahaan hanya menyediakan kendaraan saja untuk pemilih yang tidak punya kendaraan, karena jauhnya jarak tempuh TPS dari pemukiman.
“Dengan menyediakan kendaraan itu merupakan kewajiban perusahaan guna membantu karyawan ke TPS, apalagi lokasi TPSnya jauh,” ujarnya.
Mnegenai adanya laporan dugaan kecurangan saat hari pencoblosan Rabu 9 Desember 2020 laku sambung Sariman, ten‎tunya itu jadi ranah pelaksana Pilkada, termasuk ada saksi dari ketiga Paslon.
“Sudah jadi sebuah keharusan bagi saksi atau pengawas untuk mencatatkan dalam sebuah kejadian, khususnya bagaimana regulasi yang diatur oleh PKPU dan aturan pemilihan itu, bukan ranahnya perusahaan,” ucap Sariman, dan mengaku dirinya juga pernah menjadi KKPS Pilkada Rohul di salah satu TPS yang ada di Kecamatan Tambusai Utara.‎
Sariman jugs menyayangkan, PT.Torganda kerap jadi obyek yang selalu disalahkan di setiap pelaksanaan Pilkada Rohul, termasuk pesta demokrasi tahun ini.
“Rasanya ini jadi isu yang dikembangkan. Setelah pemilihan, di sebuah kompetisi wajar ada yang kalah dan ada yang menang. Tapi kita memaklumi bahwa setiap kompetisi ada menang. Adakalanya ada pihak yang kalah wajib mencurigai yang menang,” ujarnya.‎
Bukan hanya membuka akses bagi kepentingan Pilkada Rohul 2020, Sariman juga mengakui,  PT Torganda membantu KPPS mendistribusikan surat undangan ke pemilih yang notabene karyawan perusahaan.‎
Sariman menyatakan, tidak ada oknum yang sengaja menggiring opini dan menyalahkan PT.Torganda di Pilkada Serentak 2020. Dirinya menilai kejadian ini‎ belum tentu dari pihak yang kalah, bisa saja ada banyak pihak yang mencoba memprovokasi.
“Setiap Paslon, baik Paslon 1, Paslon 2 dan Paslon 3 itu adalah orang-orang bijak dan orang-orang besar, jadi tidak mungkin mereka menggiring opini yang salah dan tak sesuai dengan data dan fakta yang ada,” ucap Sariman Siregar.(Hendra)