HMI Cabang Pekanbaru Tuntut Kapolri Usut Penindakan Aksi Kekerasan Terhadap Aktivis HMI di Bengkulu

example banner

PEKANBARU, Riauandalas.com-Sehubungan dengan aksi represif yang dilakukan oleh oknum Aparat Kepolisian dalam demonstrasi yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu pada Selasa 18 September 2018 di Sepang Gedung DPRD Bengkulu, kembali menciderai semangat demokrasi dinegeri kita tercinta ini.

Aksi yang seharusnya berjalan dengan damai dan lancar tiba-tiba harus berujung pada kekerasan fisik dan penangkapan puluhan kader HMI Cabang Bengkulu oleh oknum kepolisian.

Berdasarkan konferensi pers yg dilakukan oleh HMI Cabang Bengkulu setelah kejadian, di informasikan, 28 orang yang ditahan di Polda Bengkulu, terdiri dari 26 kader HMI dan 2 KAHMI, 37 orang kader mengalami luka ringan dan 6 orang mengalami luka berat dan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Sehubungan dengan itu HMI Cabang Pekanbaru mengutuk keras cara aparat kepolisian yang melakukan kekerasan dalam menangani aksi demonstrasi aktivis HMI di Bengkulu

Aksi ini dilakukan HMI cabang Pekanbaru sebagai bentuk solidaritas terhadap sesama aktivis HMI yang mengalami kekerasan oleh oknum kepolisian saat menggelar aksi demonstrasi di Bengkulu

“Kita meminta kepolisian membebaskan aktivis HMI yang ditahan Polda Bengkulu” kata Ketum HMI cabang Pekanbaru Wendi Fitrah sebagaimana tertuang dalam press rilis yang diterima wartawan pada unjuk rasa yang dilakukan di Gedung DPRD Riau, Jumat (21/9/2018)

Selanjut mahasiswa meminta Kapolri mencopot Kapolda Bengkulu karena telah dinilai gagal melakukan pengawalan penyampaian pendapat dimuka umum.

Aksi ratusan aktivis HMI Pekanbaru mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian dari Polda Riau dan Polresta Pekanbaru yang hendak masuk dan berjumpa dengan Pimpinan DPRD Riau.

Aksi mahasiswa berujung pada pemblokadean jalan dengan cara membakar Ban tepatnya didepan pintu masuk kantor DPRD Riau. Sehingga arus lalu lintas dari Kota Pekanbaru menjadi macet. (trc)