Gubri Kukuhkan 6,SHU BUMDesa di Rohul Tahun 2017 Senilai Rp 9.6 Miliar

ROKAN HULU,Riauandalas.com– Gubernur Riau Sabtu (27/1/2018) kemarin, kukuhkan 6 Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED-SP) menjadi Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) di kabupaten Rokan hulu (Rohul).

Dalam pengkukuhan 6 BUMDesa di Rohul, Gubri Arsyad Juliandi Rahman Berharap,  BUMDesa di Rohul dapat mengambil peranan dalam peningkatan Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Riau.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Rokan Hulu (Wabup Rohul) H. Sukiman,  Kapolres Rohul AKBP Yusuf Rahmanto, Asisten II Setdaprov Riau H.Masperi, Kepala Dinas Badan dan Kantor di Lingkungan pemprov Riau serta Pemkab Rohul, Kepala Desa, serta ratusan Pengurus BUMDesa dari 153 desa dan kelurahan di Rohul.

Dimana 6 UEDSP Yang dikukuhkan menjadi BUMDesa yakni,  BUMDesa Arwana Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara. BUMDesa Luben Karya Mandiri, Desa Lubuk Bendahara Kecamatan Rokan IV Koto, BUMDesa Bersatu, Desa Rambah Hilir, Kecamatan Rambah Hilir. BUMDesa Kuala Bonai, Desa Bonai, Kecamatan Bonai Darusallam. BUMDesa Titian Barokah, Desa Cipang Kiri Hilir, Kecamatan Rokan IV Koto dan BUMDesa Karya Muda Mandiri di Desa Rambah Hilir Tengah, Kecamatan Rambah Hilir.

Dalam pengukuhan 6 BUMDesa sekaligus dilakukan pembacaan SK pengukuhan serta pembukaan papan selubung langsung oleh Gubri, didampingi Wakil Bupati (Wabup) Rohul dan Forkompinda Rohul.

Gubri Arsyad Juliandi Rahman dalam sambutannya menyatakan komitmenya, untuk pengembangan BUMDesa. Karena menurutnya, keberadaan BUMDesa selama ini telah mampu memperkuat ekonomi desa, seperti dengan membantu penjualan produk desa, peningkatan PAD desa serta membuka lapangan pekerjaan di pedesaan. Kemudian, selain memperkuat ekonomi desa, keberadaan Bumdesa juga dapat memperkuat komunikasi sosial antar masyarakat di desa.

Arsyad Juliandi Rahman  yang juga akrab disapa Andi Rahman mengaku, untuk kerangka Ekonomi makro riau kedepannya, BUMDesa akan dijadikan  sebagai pelaku usaha. Karena saat ini Provinsi Riau butuh pelaku usaha baik sisi individual atau kelembagaan.

Mengapa kita akan dorong BUMDesa,  karena saat ini kita masih kekurangan pelaku usaha. Kita harapkan dengan tumbuhnya BUMDesa bisa membantu peningkatan pelaku usaha di Riau sekaligus mengembangkan ekonomi masyarakat Riau secara keseluruhan,” harapnya.

 

Koordinator Kabupaten BUMDesa Rohul Hasan Basri mengatakan, dengan sudah dikukuhkanya 6 BUMDesa oleh Gubri, artinya seluruh desa dan keluaran di Rohul sudah memiliki Bumdesa atau BUEK. Saat ini lajutnya, Rohul Sudah memiliki 153 BUMDesa di 153 Desa/ Kelurahan (termasuk 5 desa sengketa Rohul-Kampar) dengan SHU tahun 2017 mencapai Rp9, 6 miliar dari 147 BUMDesa.

“Kita satu-satunya kabupaten yang seluruh desanya sudah memiliki BUMDesa, bahkan di Indonesia jumlah BUMDesa kita adalah yang terbanyak dibandingkan daerah lainya.Dengan baiknya pertumbuhan BUMDesa di Rohul, maka kita harapkan kedepannya kita  akan ditetapkan sebagai kabupaten BUMDesa, “  harap Hasan Basri.

Gubr dipenghujung kegiatan, menyerahkan piagam penghargaan ke 17 BUMDEsa terbaik di Rohul tahun 2017, serta dan bantuan permodalan kepada 9 BUMDesa di Rohul dari Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI tahun 2017 dengan jumlah bantuan mencapai Rp450 juta. Juga, Gubri menyerahkan dorprize  berupa sepeda motor ke Pengurus BUMDesa

**( Alfian)