EE Taka Ada, Pembangunan Siak IV Kembali Terancam

Tidak ada komentar 403 views
example banner
Jembatan Siak IV yang belum rampung hingga kini

Jembatan Siak IV yang belum rampung hingga kini

Tampa EE Dewan tidak bisa prediksi anggaran

Pekanbaru, Riau Andalas.com– Hingga kini pembahasan penganggaran pembangunan Jembatan Siak VI belum juga dilaksanakan. Pasalnya, Dewan tidak bisa memprediksi anggaran untuk kelanjutan pembangunan jembatan tersebut karena tidak adanya penyerahan Engineering Estimate (EE) dari Dinas Bina Marga Riau. Pada hal permintaan tersebut sudah sering disampaikan.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi D DPRD Riau, Hardianto. Dikatakanya Engineering Estimate (EE) tersebut merupakan kunci untuk memprediksi berapa anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan jembatan Siak VI yang sudah empat tahun terbengkalai.

“Memang sebelumnya kita sudah dengar anggaran yang dibutuhkan. Tapi kita tidak bisa menerima begitu saja. Untuk itu kita menungg Engineering Estimate dan juga teknis pengerjaan akhirnya,” ujar Hardianto.

Dengan tidak adanya penyerahan Engineering Estimate tersebut, pihak meragukan kinerja Dinas Bina Marga yang dinilai tidak serius untuk melakukan pembangunan Siak VI. Bahkan pihaknya juga mencurigai setelah ditolak Bapedda kamarin Dinas Bina Marga tidak mau lagi memasukan pada anggaran.

“Kita juga bingung, seharusnya sebelum  masuk APBD Perubahan ini kita sudah menerima menerima KUA PPASnya, tapi sampai sekarang tidak ada, maka itu kita meragukan kelanjutan pembangunan Jembatan Siak IV ini,” tuturnya.

Seharusnya pihak Dinas Bina Marga juga terbuka dengan permasalahan ini, agar masyarakat tau dan tidak bertanya-tanya terus jembatan tersebut segera diselesaikan. Karena jembatan yang menghubungan Pekanbaru Kota- Rumbai itu sudah lama ditunggu masyarakat untuk bisa digunakan.

“Kita berharap jangan sampai terlambat dan terulang lagi seperti tahun sebelumnya. Agar pembangunan bisa dikerjakan, jika tidak akan terjadi lagi penundaan karena ini merupakan kegiatan fisik yang pengerjaanya memakan waktu lama,” harap Hardianto. (Dri)***