example banner

Dua Pegawai Honorer di DPRD Batam, Diduga Mesum dengan Anggota DPRD Kampar

BATAM, Riauandalas.com– Adanya isu tidak sedap, isu mesum di ruangan pimpinan DPRD Batam. Isu ini jadi perbincangan hangat di semua kalangan.

Isu tersebut melibatkan dua orang pegawai honorer di DPRD Batam dalam aksi mesum dengan seorang anggota DPRD Kabupaten Kampar di ruangan pimpinan DPRD Batam, Zainal Abidin.

Kebetulan Zainal adalah tokoh di Kabupaten Kampar. Kejadian itu sebenarnya sudah cukup lama. Namun informasi tersebut mencuat dalam sepekan ini. Kedua staf itu kabarnya dinonaktifkan setelah kasus itu mencuat.

Kedua wanita itu berinisial JD dan AM. Cerita itu bermula Saat itu kedua anggota dewan itu tengah kunjungan kerja ke Batam pada Juli lalu.

Mereka singgah ke ruangan Wakil Ketua DPRD Batam Zainal Abidin. Zainal kala itu meninggalkan tamunya di ruangan.

Zainal Abidin membatah kabar tak elok tersebut. Ia tak mengira hal itu akan terjadi ruangannya. Apalagi di kamar ruang istrihatnya.

“Berpikir akal sehat, apa mungkin kejadian (mesum) terjadi di sini,” ujar Zainal kepada wartawan.

Informasi yang dihimpun, cerita itu berkembang setelah seorang cleaning service di DPRD Batam bercerita. Cerita itu pun berkembang.

Ia mengaku menemukan hal yang jangal ketika hendak membersihkan ruangan istirahat Zainal.

Salah satunya kondisi tempat tidur Zainal acak-acakan. Tidak hanya itu, Bd juga menemukan handuk yang sudah kotor.

Zainal pun mengaku tak mengetahui informasi itu sebelumnya. Justru ia mengetahui setelah kabar itu mencuat di media massa.

 

“Saya ketika itu sedang ada sidang paripurna,” ujar Zainal. Namun usai sidang paripurna, entah mengapa Zainal tak masuk ke ruangan, melainkan pulang ke rumah.

Cerita ini terus menggelinding bak bola salju. Bahkan anggota Ormas sempat berusaha melaporkan dugaan kejadian tak senonoh itu ke Polresta Barelang.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam Usman Ahmad turut prihatin dengan berita itu.

“Ruangan DPRD sangat berharga, kalau ternyata ada pelanggaran penegak hukum bisa bertindak,” kata Usman.

Kedua orang honorer yang dituduh melakukan hal itu pun kemudian belakangan dinonaktifkan dari pekerjaannya sebagai bagian dapur.

Humas DPRD Kota Batam Taufik membenarnya. Hal itu diperkuat Sekretaris DPRD Kota Batam Asril.

“Sudah nonaktif,” ucap Asril. Kendati demikian, kasus tersebut masih diselidiki pihak DPRD Batam.

Tak percaya

Beberapa anggota DPRD Batam juga merasa tak percaya dengan cerita itu. Seorang anggota DPRD Batam mengatakan, hingga saat ini kasus tersebut belum dapat dibuktikan.

“Tapi saya dengar juga isunya,” ucap seorang anggota DPRD Batam tersebut. Kalau pun benar, kata dia, mestinya bisa ditindaklanjuti ke ranah hukum.

Hanya saja, kabar itu memang cukup memanas terjadi di kalangan DPRD Batam. “Tapi kebenarannya belum terungkap, tidak ada bukti apa-apa,” ucapnya.

Penelusuran batamnews.co.id, kabar ini sengaja dibocorkan salah seorang anggota DPRD Batam. Motifnya tak lain adalah kepentingan politik Pileg 2019 yang tak lama lagi.

Kendati demikian, kasus ini patut didalami mengingat lembaga DPRD merupakan lembaga terhormat dan merupakan ‘rumah’ rakyat yang patut dijaga marwahnya.

Sumber batam news

example banner