Diskes Dan IBI Rohul  Jalin Kerja SamaTekan Stunting dan Tingkatkan Pelayanan Persalinan di Faskes

ROKAN HULU, Riauandalas.com – Bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu (Rohul) upaya menekan angka stunting dan gizi buruk, Dinas Kesehatan (Diskes) Rohul jalin kerjasama dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Rohul.

Kerjasama  itu dituangkan dalam penandatanganan kesepakatan tentang Pelayanan Persalinan di Fasilitas Kesehatan (Faskes) dalam rangka pencegahan Stunting di Kabupaten Rohul.

Kegiatan bertema “Cegah Stunting Itu Penting” digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Rohul, Selasa (7/12/2019). Selain dihadiri Bupati Rohul H. Sukiman, juga dihadiri Sekda Rohul H. Abdul Haris S.Sos M.Si, Ketua TP PKK Rohul Hj Peni Herawati, Ketua IBI Rohul Atnawati SST, Kadiskes Rohul dr Bambang Triono, Kadis DPMPTSP Rohul Gorneng S.Sos M.Si, Kadis DPPKB Drs Sariaman M.Si

Bupati Sukiman berharap, dengan suda dilakunya penandatanganan kesepakatan antara Dinas Kesehatan dan IBI Rohul pelayanan persalinan yang dilengkapi  dengan fasilitas kesehatan dapat menurun Angka kematian ibu dan bayi serta menurun angka stunting di Rohul.

“Kita berharap, kerjasama ini bisa menurun angka stunting di Rohul. Selain itu kita harapkan pelayanan persalinan tidak ada lagi dilakukan dirumah, tapi di fasilitas pelayanan kesehatan seperti di Puskesmas dan ditangani oleh Bidan yang profesional, dengan harapan dapat menekan angka kematian ibu dan bayi,” sebut Sukiman

Dalam mengatasi Stunting di Rohul, Bupati mengaku diperlukan suatu pedoman bagi indvidu, keluarga, masyarakat tentang pola makan yang sehat. Maka sangat penting untuk menjaga gizi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir atau saat 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

Kadiskes Rohul dr Bambang Triono mengatakan, kesepakatan kerjasama itu merupakan suatu program ibu-ibu melahirkan harus di Fasilitas Kesehatan, sebelumnya pelayanan kesehatan itu difokus dan ditargetkan pada petugas pelayanan kesehatan.

“Kedepannya, pelayanan kesehatan itu semakin meningkat, karena ibu-ibu hamil ini dilayani di Fasilitas Kesehatan seperti di Puskesmas dan Puskesmas pembantu, rumah bidan dan klinik yang berpraktek dalam melayani persalinan,” harapnya.

Ditambahkan Bambang, berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Tahun 2018, bahwa Kabupaten Rokan Hulu ada 10 Desa di Rohul terkena stunting.

“Dengan adanya stunting, kita lakukan upaya penanganan dan pencegahan pada bayi lahir ditanggulangi dengan gizi dan vitaminnya agar tidak ada lagi stunting di Rohul,” ucapnya

Dilakukannya Kerja sama dengan IBI, terang Bambang, Karena IBI merupakan induk oraginisasi yang melibatkan selain Bidan Puskesmas ada yang praktek, klinik dan swasta.

“Kesepakatan dengan IBI setiap ibu melahirkan difasilitas kesehatan. Kita targetkan harus 100 persen ibu melahirkan di Fasilitas Kesehatan, karena saat ini kita baru mencapai 70 persen, selebihnya masih banyak ibu-ibu melahirkan di rumah, semoga target kita bisa meningkat,” janji Bambang

Sedangkan menurut Ketua IBI Cabang Rohul Atnawati SST, kerjasama dengan Dinkes Rohul dalam penigkatan pelayanan persalinan di Fasilitas Kesehatan, dengan harapan bahwa persalinan itu tidak dilakukan di rumah pasien, tapi dibawa kebidan praktek.

“Kita harapkan kedepannya bahwa persalinan itu tidak lagi di rumah pasien, tapi harus dibawa kerumah bidan praktek Mandiri yang punya fasilitas lengkap, karena nanti kalau di rumah ada pasien pendarahan, mau pasang oksigen, anaknya sesak nafas, terus tidak ada nanti oksigen di rumah pasien, sementara mau dibawakan nggak mungkin,” ungkapnya

Atnawati juga mnegakui, untuk pelaksanaan kerjasama dibidang pelayanan persalinan di Fasilitas Kesehatan, Ia mengaku akan turun ke ranting-ranting untuk mensosialisasikan tentang pelayanan-pelayanan di Faskes tentang persalinan yang saat ini baru mencapai 70 persen. (Adv/Pemkab Rokan Hulu)