Disdik Riau Melalui Kacab Rohul Lakukan Sertijab Kepsek SMK/ SMA se-Rohul 

ROKAN HULU,Riauandalas.com– Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau melalui Kepala Cabang (Kacab) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Hamdan, Kamis siang kemarin, lakukan serahterima jabatan (Sertijab) Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Kabupaten Rohul.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula SMAN I Rambah, juga dihadiri Ketua MKKS SMK se-Rohul Yulisman M.M, Ketua Forum MKKS SMK dan SMA juga Ketua MKKS SMA se-Rohul Eri Muliyadi S.Pd, serta dihadiri para Kepsek SMK/SMA serta mejalis guru.

Dalam kegiatan sertijab tersebut, dilakukan penandatangan antara Kepsek baru dengan Kepsek lama, yang disaksikan langsung Kacab Hamdan serta saksi lainnya dengan sederhana.

Hamdan dalam arahannya mengatakan, berharap kepada Kepsek yang baru dibeikan amanah, untuk menjalankannya dengan baik.Kemudian, kepada guru yang belum mendapatkan jabatan hari ini dimana dirinya sebelumnya menjabat, agar tidak berkecil hati. Karena jabatan merupakan kepercayaan dan amanah yang harus dijalankan dengan baik serta penuh tanggungjawab.

“Kita yang diberi amanah jabatan oleh pemerintah lewat Gubenur Riau, ini sebagai tanggung jawab kita di dunia serta akhirat,” sebut Hamdan.

Kemudian, amanah sebagai Kepsek merupakan tugas berat, namun bila dijalankan dengan ikhlas maka bisa di laksanakan dengan baik. Apalagi, tanggungjawab yang diberikan untuk membina penerus bangsa, bilan  itu tidak dilaksanakan maka hancurlah generasi penerus bangsa.

“Karena kitalah yang menentukan masa depan anak didik, mereka adalah sebagai generasi bangsa ini,”sebut Hamdan.

Saat ditanya terkait masih kurangnya tenaga pendidik (guru) PNS di Rohul khususnya tingkat SMK/SMS di Rohul, diakui Hamdan, saat ini Rohul memang masih kekurangan sekitar 40 persen lagi guru PNS, dari 6000 guru yang ada.

“Kita masih kekurangan tenaga pendidik PNS, terutama untuk tingkat SMK. Juga guru agama, dan setiap tahunnya kita usulkan penambahan guru PNS, namun itu semua kebijakan pusat. Apalagi guru agama Islam memang masih minim sekali, kemudian guru guru yang ada, juga jarang mau mereka ditugaskan di daerah yang jauh seperti Rokan IV Koto, Bonai Darussalam dan lainnya. Sehingga kedepannya, kita usulkan penambahan guru itu mereka merupakan warga tempatan sehingga kedepannya mereka akan betah mengajar di daerahnya tersebut, bila guru dari daerah lain sebentar mereka akan minta pindah,” tegas Hamdan lagi.**( Alfian)