Dirut RSUD Rohul Resmi Dinon Aktifkan, Kadiskes Rohul Ditunjuk Menjabat Plt

ROKAN HULU,Riauandalas.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu (Rohul), resmi mencopot Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rohul dr.Paisal Harahap.

Guna mengisi kokosongan jabatan Direktur RSUD Rohul sementara, Pemkab Rohul sudah menunjuk Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes)  Rohul dr.Bambang Triyono, sebagai Plt Direktur sementara.

“Benar pemberhentian Direktur sudah berlaku sejak 22 Januari 2018 lalu,” kata Kadiskes Rohul dr. Bambang Triyono, Senin (29/1/2018) saat ditemui di RSUD Rohul.

Walau mengakui adanya pencopotan jabatan direktur RSUD tersebut, Kadiskes Rohul yang juga Plt Direktur RSUD Rohul, masih enggan menyebutkan apa alasan dicopotnya dr. Paisal harahap sebagai direktur RSUD Rohul.

“Terlepas dari itu, saya menegaskan akan segera melakukan pembenahan terhadap manajemen RSUD, serta pelayanan di RSUD  yang selama ini dikeluhkan masyarakat,” jelasnya.

Kata Bambang lagi, ada beberapa hal yang akan dibenahi selama menjabat Plt Direktur, pertama terkait Keuangan RSUD. Salah satu yang harus segera dituntaskan yakni adanya Klaim di BPJS Kesehatan yang belum dinayarkan.Bila klaim BPJS Kesehatan dicairkan akan menambah pendapatan RSUD menutupi operasional, pembelian obat dan pembayaran hutang.

“Saat ini RSUD masih memiliki klaim tahun 2017 di BPJS Kesehatan sekitar 25 persen dari jumlah pasien rawat inap dan rawat jalan yang sudah ditangani, namun jumlah pasti berapa klaim BPJS itu saya lupa,”

“Kemudian, selain Keuangan pelayanan juga jadi fokus yang akan dibenahi. Seluruh tenaga medis baik dokter, perawat hingga jajaran staf dituntut meningkatkan pelayanan maksimal, sehingga tidak ada lagi masayarakat yang mengeluh,” ungkap Bambang.

Ditanya terkait ketersediaan obat RSUD yang juga menjadi salah keluhan masyarakat, Bambang menyatakan, dirinya akan mensinergikanya dengan Dinas Kesehatan. Dimana tahun 2018 ini, Diskes Rohul sudah menganggarkan anggaran pembelian obat sebesar Rp 3 miliar tapi tidak untuk pembayaran hutang obat.

“Terkait obat, memang sampai kini RSUD belum bisa memenuhi seluruhnya. Karena adanya klaim BPJS yang belum dicairkan. Itu salah satu kebijakan yang akan diambil memenhui kebutuhan obat di RSUD ini, kita akan shearingkan dengan Diskes untuk pengadaan obat ini dimana untuk 2018, diskes sudah anggarkan   sekitar Rp3 miliar,” jelasnya.

Dimana sebelumnya, RSUD Rohul menuai kritik dari DPRD Rohul yang banyak menerima keluhan masyarakat, terkait layanan RSUD yang dinilai buruk.  Keluhan tersebut lalu ditindaklanjuti dengan hearing yang dilakukan Komisi III dengan Pihak RSUD dan TAPD.

Dari hearing DPRD dengan pihak RSUD, kemudian mencuat persoalan RSUD yang menggunung. Dalam hearing tersebut, juga terungkap adanya rencana mogok dokter dan perawat di RSUD karena tidak transparanya manajemen RSUD dalam pembayaran uang jasa medis mereka. Serta  adanya pembengkakan hutang RSUD yang terbilang tidak wajar mencapai Rp. 5,3 miliar yang ditindaklanjuti dengan audit investigasi keuangan RSUD.

Kemudian, beberapa persaolan inilah yang diduga menjadi alasan Pemkab Rohul untuk mencopot dr. Paisal harahap sebagai Direktur RSUD.

**(‎Alfian)