Dihapus, Dewan Janji Kembali Anggarkan Dana Hiba PWI Riau

example banner

images (12

Pekanbaru, Riau Andalas.com– Anggota DPRD Riau janji kembali menganggarkan Bantuan Sosial (Bansos) hibah untuk organisasi di Riau. Khususnya organisasi yang dilahirkan undang-undang sesuai aturan pemerintah. Seperti Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau yang sebelumnya dihapuskan pemerintah.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman saat menyambut kepulangan Atlit Riau usai mengikuti Porwanas XII 2016 Bandung Ahad (31/8) lalu di bandara SSK II Pekanbaru. Dikatakanya anggaran hibah yang sebelum diterima PWI dari pemerintah sangat berpengaruh untuk kegiatan PWI, terutama dalam mengikuti kegiatan yang membawa nama baik dan mengharumkan nama Riau di provinsi lain. Sperti kegiatan Porwanas ini yang telah mengharumkan nama baik Riau dari prestasi yang didapatkan atlit selama pertandingan.

“Sebelumnya kita juga minta maaf pada PWI Riau, karena tidak adanya keterlibatan Dewan dalam kegiatan ini. Untuk itu kedepanya kita akan mengupayakan semaksimal mungkin anggaran hibah itu kembali diterima PWI Riau kedepanya,” kata Noviwaldy.

Untuk penganggarannya sendiri, politisi Demokrat ini menyampaikan, akan mengupayakan masuk dalam APBD- Perubahan Riau 2016 ini. Sehingga kedepanya tetap berjalan sampai dengan kegiatan-kegiatan yang akan diselenggarakan tahu-tahun berikutnya.

“Awalnya kita memang pesimis, tampa bantuan anggaran Atlit PWI Riau tidak akan menghasilkan apa-apa untuk Riau. Ternyata kita salah, dengan anggaran terbatas masih bisa membawa mendali untui Riau, meskipun hanya paling tinggi mendali perak, dari beberapa cabang olaraga,”

“Dengan adanya prestasi itu, juga menjadi pertimbangan bagi kita selaku anggota Dewan di Riau, jika tampa bantuan atlit masih berjuang untuk Riau. Apa lagi ada bantuan akan membawa hasil lebih baik untuk Riau. Maka itu kita akan siap memperjuangkan anggaran itu,” janjinya.

Disisi lain, Ketua PWI Riau Deni Kurnia mengatakan, penghapusan dana hibah dari Pemprov Riau tersebut sudah berjalan sekitar 2 tahun. Sehingga setiap ada kegiatan untuk tingkat provinsi dan lainya PWI sedikit kewalahan. Kendati demikian PWI Riau tetap berjuang untuk mengharumkan nama Riau dalam bentuk kegiatan apapun juga.

Menang katanya, dalam aturan pemerintah melarang tidak ada Bansos untuk organisasi masyarakat, tapi sesuai beberapa pasal ada yang menyampaikan pengecualianya, yaitu organisasi yang dilahirkan undang-undang. Dan PWI ini merupakan organisasi yang dilahirkan undang-undang, dimana pembentukanya hanya berjarak enam bulan dari kemerdekaan Riau yang sebelumnya merupakan serikat.

“Dengan ada aturan itu kita sangat mengharapkan pada pemerintah, agar kembali diberikan anggaran untuk PWI. Agar anggota PWI yang juga merupakan Wartawan Riau terus mampu bekiprah untuk memperjuangkan Riau dan mengharumkan nama Riau kedepanya. Seperti prestasi yang diraih para atlit di Porwanas bandung ini,” tutur Deni. (Dri)***