Diduga Dijemput Seorang Wanita,IRT Tega Tinggalkan Kedua Anaknya ‎

ROKAN HULU,Riauandalas.com – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Erna Jernih Wati Buulolo (20) tak pulang-pulang ke Rumah nya, hingga anaknya dua orang yang masih kecil di tinggalkan di Rumah kontrakan orang tuanya di Desa Pekan Tebih Kecamatan Kepenuhan Hulu Kabupaten Rokan Hulu Riau karena suaminya masih menjenguk mertuanya yang sedang sakit di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Sebelumnya IRT dua anak kecil ini Kamis, (1/3) sekira Jam 19 30 wib dia dijemput oleh seorang perempuan bernama Tari warga Kota Tengah Sungai Kuning Kecamatan Kepanuhan dari Jam itu juga keluarganya kehilangannya.

Disampaikan Orang tua Erna Jernih Wati  bernama Yulius Yudi Aro Buulele yang berdomisili di RT 2 RW 4 Dusun Suka Damai Kecamatan Kepenuhan Hulu kepada awak media, dirinya sudah melaporkan di Polisi Sektor Kepenuhan dengan menceritakan peristiwa yang anak perempuannya itu alami, sampai tidak pulang kerumah mereka berdasarkan fakta yang disaksikannya langsung.

“Saya melapor hari senin, (5/3). Namun  Polsek Kepenuhan, hanya menerbitkan surat dicari orang hilang nomor OH/02/III/2018/Riau/Res.Rohul/Sek. Kepenuhan pada hari Kamis tanggal 8 Maret 2018 sekira Jam 10.30 telah menerima pemberitahuan bahwa telah meninggalkan rumah tanpa pamit sejak Kamis, 01 Maret 2018 sekira pukul 19.30 wib dengan identitas, nama
Erna Jernih Wati (20) IRT,” Kata Yulius Yudi Aro Buulele orang tua Korban Senin (12/3) malam.

Lanjutnya meceritakan, padahal peristiwa ini berawal pada hari Kamis (1/3) sekira Jam 16.30 Wib, waktu dirinya pulang sebentar ke Rumahnya dan melihat seorang perempuan depan pintu rumahnya yang sebelumnya tidak dikenalnya sedang bicara sama anaknya Erna Jernih Wati. Saat itu dia menyapa ada apa Kak ?, namun si perempuan itu hanya menjawab, bicara sama anak bapak saja tidak ada apa-apa.

Karena tidak merasa curiga, tambahnya dia pergi kerja menjemput ubi kayu yang mau dijual unttuk keperluan mereka dirumah. Sedangkan Perempuan yang belum dikenalnya itu masih bicara sama anak perempuannya yang sudah punya anak dua itu.

Singkat cerita, sekira jam 19.30 wib hari yang sama, Dirinya sambil tidur-tiduran di ruang tamu rumahnya istrahat, karena capek, sedangkan istrinya bersama anak perempuannya yang jadi korban itu sedang memasak di dapur.

Tiba-tiba perempuan yang datang sore itu, kembali datang lagi di rumah mereka, dan Dia tanya ada apa ya Kak?, jawabnya mau jemput anaknya Erna Jernih Wati mereka mau cerita lagi. Sehingga lagi tanpa merasa curiga, anaknya yang biasa mereka panggil jernih pergi bersama perempuan yang namanya tidak diketahuinya itu

Sejak kepergian mereka itu, anak saya tidak pulang-pulang, Karena kami keluarga merasa ada yang aneh dan curiga, malam itu juga saya baru brrtanya ke tetangga yang sore itu ada yang sama-sama jalan dengan perempuan itu, dan dia nanya siapa nama perempuan itu, dan diberitahu bernama Tari warga Kota Tengah. Karena anaknya tidak kunjung pulang, Dirinya pun pergi bersama anaknya yang lain pergi kerumah Tari di Kota Tengah sambil tanya-tanya kewarga diamana rumah Tari.

“Setelah rumahnya kami ketahui dan menunggu tidak terlalu lama sekira Jam 23.00 wib, Tari pun datang, sayangnya saat kutanya, mana anak saya yang kamu jemput tadi itu, malah Tari red,  berdalih mengaku dia jemput, namun tak mengetahui anak saya itu pergi kemana. Anehnya lagi, malah menuduh anak saya pacaran sama suaminya bernama panggilan Zul warga Desa Pekan Tebih, sehingga dari pada kami bertengkar sementara dia seorang perempuan, bersama anak saya kami pulang dengan memesan agar anak saya di antarnya pulang,” kata Bapak Jernih merasa geram dan sedih memikirkan anak perempuan yang miliki anak dua yang masih kecil itu.

Sehingga saya tunggu sampaii Hari Senin, (5/3) setelah mencari Kemana-mana dan melaporkan kepada RT mereka, sampai dia melapor ke Polsek Kepenuhan. Namun laporannya saat itu sepertimya tidak direspon baru direspon tanggal (8/3) Itu pun hanya diterbitkan surat orang hilang. Padahal laporan saya, melaporkan seseorang perempuan bernama Tari yang datang kerumahnya dan membawa anak perempuannya yang sudah miliki anak dua, pergi dan tidak pulang-pulang.

“Saya melaporkan dugaaan tindak pidana dengan menceritakan kronologis malah yang diterbitkan surat orang hilang karena meninggalkan rumah, inikan aneh,”kata orang tua Korban.

Sebelumnya Kapolsek Kepenuhan Iptu Yon Marjoni saat di konfirmasi, membenarkan ada menerima informasi dan sudah kita terbitkan surat orang hilang untuk sementa. Namun dugaan peristiwa itu tetap kita lidik kebenarannya.

“Dan sudah bersama Bhabinkamtibmas kita melakukan pencarian dengan orang tuanya, namun tidak diketemukan,” kata Kapolsek Kepenuhan.

Saat media ini tanya, terkait adanya yang terlibat yang membuat tak pulangnya korban, jawabnya, tetap ditindak lanjutin.

“Kadang orang tua korban menyampaikannya kurang jelas, sehingga untuk sementara diterbitkan surat pencarian orang, namun peristiwanya tetap kita tindak lanjuti,” jelas Kapolsek Kepenuhan lagi. (Risto Hrp)