Di Duga Akibat Pemberlakuan Efisiensi Di PTPN 3 olehDewan Direksi,Areal Tanaman Sawit Penuh Gulma dan Anak Kayu.

example banner

Torgamba,Riau Andalas.com-Sudah menjadi kebiasaan, setiap permasalahan yang timbul dari akibat pemberitaan ,hanya lantaran susahnya seorang pimpinan untuk di konfirmasi.Dengan gaya pongahnya,seolah pengabdiaan yang kerap melenceng, berakibat   kursi empuknya menjadi guncang.htqiuy 165
Terulang pada ke dua kalinya,areal kebun tanaman sawit penuh semak akibat tumbuhan gulma dan anak kayu di blok 37/38 L L,afdeling sepuluh (10)  PTPN3 kebun Sei Daun,kamis 11/3, yang telah menjadi topik pembahadan hangat di kalangan pimpinan manajemen di kebun itu,yang kali ini tampaknya lebih parah lagi.

Tampak areal kebun tanaman sawit tetsebut tidak pernah tersentuh parang babat,sehingga tampak terkesan adanya pembiaran pengerjaan di areal tanaman kebun ptpn3 itu.

Informasi yang di kutip Riau Andalas.com lkepada beberapa staf di jajaran Torgamba grup di lingkungan masing masing kebun unit mengatakan,efisiensi merupakan kebijakan Direksi ke seluruh jajaran,demi pengetatan manajemen PTPN3 dan peningkatan mutu dan daya saing.”di tambah lagi harga ” Cruid Palm Oil (CPO) yang mengalami penurunan,t(merosot) di tingkat dunia,tentu saat ini sangat situasional ujar petinggi di lingkungan kebun tersebut.

“Namun dapatkah di amini jika efisiensi (situasional) berdampak dengan areal afdeling yang semak?

Penulis adalah pemerhati asset Badan Usaha Milik Negara Perkebunan (BUMN)yang pernah menhadi karyawan di salah satu PTPN,tentu lewat pengalaman beliau selama bekerja menjadi modal pengalamannya untuk peduli pada dugaan  penyalah gunaan wewenang di lingkungan BUMN.Temuan tim media pada pertengahan maret lalu, 15/3 di dapati pada beberapa areal semak belulkar di kawasan afdeling sepuluh kebun PTPN 3 Sei Daun.Stsp manajemen kebun di afdeling yang ingin di konfirmasi, tampaknya tidak responsif pada watrtawan.

Dalam hal ini, tentu di tuntut sebuah tanggung jawab asisten afdeling dalam pengelolaan areal yang lebih kurang Tujuh ratus lima puluh hektar menjadi tanggung jawab dari gulma,produksi,tunasan dan lain lain.belum lagi kontraktor (mitra rekanan)yang laporannya asal senang sama senang….(mahmoed snbl)