Demokrasi Liberal Menjadi Ancaman Bagi Masyarakat ‘Low Class’

PEKANBARU, RiauAndalas.Com – Jend. Pol. Drs. H.M. Tito Karnavian, M.A., Ph.D, menjadi pemateri dalam acara kuliah umum yang merupakan bagian acara dari Temu BEMNUS ke-9 di gedung PKM UIR, Jumat (3/3/2017).

Tema yang diangkat kali ini adalah Dampak Globalisasi Terhadap Keamanan dan Kedaulatan Kebangsaan. Beliau memberikan beberapa penjelasan tentang potensi yang bisa memecah belah bangsa Indonesia.

“Saya mengelompokkan menjadi 2 kelompok yang berpotensi untuk memecah belah bangsa Indonesia. Yang pertama adalah faktor internal dimana Indonesia didominasi oleh masyarakat low class, dan yang kedua adalah faktor eksternal yaitu adanya politik internasional dimana dunia adalah anarchy,” ujar Kapolri saat memberikan penjelasan kepada seluruh peserta.

Kapolri menyebutkan bahwa Indonesia terlalu cepat untuk menganut paham demokrasi liberal. Hal ini dikarenakan bahwa masyarakat Indonesia masih didominasi oleh masyarakat low class.

“Demokrasi liberal yang digunakan pada masyarakat low class, akan menjadi ancaman bagi masyarakat itu sendiri,” tambah Tito.

Tito berharap para pemuda bisa lebih memahami apa arti demokrasi sebenarnya. Sehingga untuk kedepannya para pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa bisa lebih bijak dalam menanggapi ancaman global.

“Berikanlah inovasi-inovasi baru, kontribusi-kontribusi baru kepada negara ini. Marilah bersama-sama kita menjaga kedamaia serta persatuan negara kita,” tutupnya.

Laporan: Satrio/Reno