Dana Sertifikasi tak Cair‎ Guru Di 5 Desa Kuntodarusallam Ancam Mogok Mengajar

ROKAN HULU, Riau Andalas.com – Sekitar 35 guru yang mengajar pada Sekolah Dasar (SD) juga  Sekolah Menengah Pertama (SMP) di lima desa kecamatan Kunto Darussalam dan Pgaran Tapah Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rihul), ancam mogok mengajar karena dana sertifikasi para guru tersebut tidak bisa dicairkan.

 

Ke 35 guru SD dan SMP di lima desa yakni, Desa Tanah Datar, Desa Intan Jaya, Desa Muara Intan Kecamatan Kunto Darussalam, serta Desa Rimba Makmur dan Rimba Jaya, Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam ancam aksi mogok mengajar, kaena SK sertifikasi tidak dikeluarkan, sehingga dana sertifikasi guru  di triwulan I tahun 2017 dipending (tunda) atau tidak keluar.

 

Itu akibat SK sertifikasi tidak keluar, sehingga secara atomatis dana sertifikasi guru tidak dapat dicairkan. Melihat dari data Dapodik online tentang penyaluran diberi tanda merah berarti SK sertifikasi tidak dapat terbit sehingga dana sertifikasi juga tidak dapat dicairkan.

 

Diakui Kepala Sekolah SD N 012 Pagaran Tapah Darussalam, Suri Aman,MMPd yang juga perwakilan seluruh guru baik di Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam serta Kunto Darussalam, seluruh guru tenaga pendidik SD dan SMP di lima desa, sudah sepakat akan gelar mogok kerja apabila dalam minggu ini tidak ada penyelesaiannya dari pihak terkait.

 

“Kami mengetahui Kabupaten Rohul dan Kampar masih ada perselisihan terkait lima desa. Namun janganlah guru  serta pelajar yang jadi korban dampak sengketa tersebut. Kita dari seluruh guru yang ada di lima desa sangat berharap, agar dana sertifikasi guru bisa segera dicairkan,” tegas Suri Aman, Kamis (20/4/2017).

 

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Rohul, H Zulkifli saat dikonformasi, yang bersangkutan tidak berada di kantornya, sehingga sejauh ini belum ada pernyataan dari pihak dinas terkait, sikapi ancaman mogok 35 guru di 5 desa tersebut.               *** ( Alfian)