Camat Tambusai Tak Tahu Ratusan Warganya Belum Menikmati Listrik Dan‎ Jalan Aspal

ROKAN HULU, Riau Andalas. com -‎ Cita-cita Kabupaten Rohul untuk menjadi kabupaten terbaik di tahun 2016 – 2021 Seprovinsi Riau bagaikan mimpi. Belaka Bagaimana tidak, ternyata ratusan kepala Keluarga ( KK) yang Berdomisili di wilayah kecamatan Tambusai kabupaten Rokan Hulu seakan menjadi Pekerjaan Rumah (PR) bagi pemerintah setempat.

Selain Belum memiliki Penerangan Listrik desa Pembangunan  infrastruktur pun  belum memadai terlihat Dibeberapa titik Jalan Berlubang Bahkan Tidak ada Drainasenya sehingga saat musim Hujan Jalan yang berlubang seperti kubangan kerbau dan Berlumpur. Ketika kemarau jalanan berdebu hal ini diungkapkan oleh sejumlah tokoh masyarakat di jalan lidang kampung benteng Desa Tambusai Timur kecamatan Tambusai senin ( 27/03/17)

Menurut warga persoalan Lisdes dan Infrastruktur di wilayah Kecamatan Tambusai ini terkesan tidak ada perhatian sama sekali dari Pihak kecamatan setempat bahkan menurut para sesepuh didesa tersebut Camat jarang turun melihat langsung penderitaan masyarakatnya ketika malam hari gelap sehingga pencurian kerap terjadi  untuk mencari solusi terkait belum masuknya program Lisdes dari presiden Jokowi sangat lah sulit  apalagi kadesnya pun Sulit ditemui bahkan jarang Masuk kantor ujar Warga dengan Nada geram.

Di tempat terpisah, Kades Tambusai Timur. Zulkarnain Hsb ketika hendak di konfirmasi terkait Lisdes dan Buruknya infrastruktur dirinya sedang tidak berada di kantor menurut sumber yang dapat dipercaya kades memang jarang berada ditempat bahkan lebih sering keluar.

Sementara Camat Tambusai H Zahrial Lutfi S.Sos ketika dihubungi Via Selulernya mengatakan terkait Program Lisdes Dulunya pernah Waktu PLN mau memasang tiang tapi beberapa warga meminta ganti rugi pohon yang akan ditumbang untuk pembebasan Lahan pemasangan Tiang Sehingga program Lisdes Tersebut akhirnya Gagal.Namun beliau menambahkan Jika dirinya diminta untuk memfasilitasi Program Lisdes Tersebut camat yang akrab disapa Ucok bendahara ini siap membantu warganya asal warga merelakan tanaman yang terkena imbas atas pembesan lahan Untuk program Lisdes tersebut ( Alfian)