Calon Wagubri Muncul Nama Baru

Tidak ada komentar 676 views
example banner

images (23)

“Dewan Akui tidak tau karena belum ada pengajuan”

PEKANBARU, Riau Andalas.com– Munculnya nama baru dari beberapa calon yang akan diusulkan DPD I Golkar Riau menjadi Wakil Gubernur Riau kedepan. Tidak diketahui DPRD Riau secara pasti. Pasalnya, selain kewenangan DPD I Gokar Riau juga belum adanya usulan dari ketua DPD I Riau pada DPRD Riau. Sehingga belum bisa dipastikan siapa calon yang akan dipilih DPRD Riau kedepan.

Adapun nama baru tersebut, adalah Tabrani Makmun yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPR RI. Dikabarkan Tabrani merupakan calon kuat yang akan diusulkan DPD I Golkar Riau mendampingi Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman. Selain dari dua nama yang digadang-gadankan sebelumnya, yaitu Ahmad Ansyar dan Ahmad Syah Harofie.

Menurut Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman, siapun calon yang akan diajukan DPD I Golkar itu, merupakan kewenangan partai Golkar. Sedangkan DPRD Riau hanya akan melakukan pemilihan sesuai kareteria yang diyakini memiliki kempampuan melalui kesepakatan di paripurna DPRD Riau.

“Yang diajukan itu pasti yang terbaik, namun untuk mencari yang lebih baik lagi maka dipilih lagi oleh DPRD Riau, maka itu diwajibkan memberikan calon lebih dari satu orang yang diinta segera diajukan DPD Golkar,” ujarnya.

Sementara itu ketua Pansus Wagubri DPRD Riau Aherson, sebelumnya juga telah menyampaikan jika pemilihan tersebut bisa segera dilakukan. Karena saat ini sedang dalam persiapan tatib pelaksanaan yang bisa dilakukan sejalan dengan pemilihan calon. Intinya, untuk proses tersebut kembali pada Golkar Riau segera mengajukan nama-nama calon utuk dijadikan Wagubri.

“Saat ini kembali pada partai Golkar, sebelumnya kita juga telah mendesak untu segera diusulkan. Tapi sampai saat ini belum ada diterima pihak pansus,” kata Aherson.

Gubernur Riau sebelumnya juga menyampaikan, jika proses Wagubri tersebut sedang berjalan. Sehingga untuk pengajuan siapa yang akan menjabat Wagubri kedepan masih dalam tahap proses di tubuh Golkar. Karena bagaimanapun juga sama seperti sebelumya Golkar tidak mau gegabah dalam menentukan pilhan, agar tidak terjadi kendala dikemudian hari. (Dri)