Bupati Pelalawan Sukses meraih penghargaan Innovative Government Award (IGA) kategori Daerah Sangat Inovatif klaster daerah Perbatasan.

PELALAWAN, Riauandalas.com – Bupati Pelalawan H. M. Harris  menerima penghargaan terkait inovasi dalam pelaksanaan program Pemerintah Kabupaten Pelalawan.

Diantara penghargaan tersebut yakni 2 tahun berturut – turut tahun 2018 dan 2019 Kabupaten Pelalawan berhasil meraih penghargaan Innovative Government Award (IGA) kategori Daerah Sangat Inovatif klaster daerah perbatasan. Jika ditahun 2018 lalu meraih peringkat ke – 2 namun ditahun ini meraih peringkat 1 mengungguli Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Morotai.

Pada tahun 2018,atas komitmen Pemkab dalam mengelola inovasi administrasi negara, Lembaga Administrasi Negara RI memberikan penghargaan kepada Bupati Pelalawan.

“Saat ini semua pihak terlebih dilingkungan Pemerintah Daerah, berinovasi sangat dituntut karena dengan malakukan berbagai terobosan akan menjadikan Kita lebih kreatif dan terus bergerak maju dalam berbagai hal terutama dalam pekerjaan ataupun pembangunan,” papar Bupati Haris kepada riauandalas.com, Kamis (27/2/2020).

Kabupaten Pelalawan 13 tahun lalu atau tepatnya pada tahun 2006 silam, dinyatakan oleh pemerintah sebagai salah satu dari 12 daerah tertinggal di Indonesia. Namun, melalui upaya pendekatan pembangunan yang dilakukan secara perlahan, maka saat ini Kabupaten Pelalawan telah berhasil keluar dari predikat ketertinggalan tersebut.

Dikatakan bupati, ketertinggalan tersebut saat itu dilihat dari lima indikator yang masih sangat lemah yakni permasalahan pelayanan kesehatan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) khususnya bidang pendidikan, infrastruktur desa, rendahnya rasio elektrifikasi dan meningkatnya angka kemiskinan.

Pendekatan pembangunan yang dilakukan adalah dengan penguatan sistem inovasi, di mana dalam hal ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melaksanakan 5 langkah utama terkait dengan penguatan sistem inovasi. Langkah tersebut yakni mengembangkan ekosistem kreatifitas dan inovasi daerah, mengembangkan klaster industri unggulan daerah, membangun kawasan teknopolitan, berkembangnya bisnis dan industri inovatif, meningkatkan pemenuhan air bersih, energi bersih, transportasi hijau, dan teknologi informasi serta lingkungan yang berkualitas.

Melalui pendekatan pembangunan tersebut, maka saat ini Kabupaten Pelalawan telah menunjukkan perkembangan yang cukup memukau. Dimana geliat ekonomi di kabupaten yang merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Kampar ini terus mengalami kemajuan. Pembangunan infrastruktur di daerah yang memiliki motto Tuah Negeri Seiya Sekata ini, juga sangat cepat, begitu pula dengan perkembangan pendidikan, kesehatan, pertanian dan sektor lainnya.

“Jadi, dengan Inovasi, maka kita terus menggelorakan semangat dan aktifitas berinovasi serta semangat dan aktifitas pembaharuan dalam upaya percepatan penanggulangan permasalahan pembangunan yang dihadapi di kabupaten Pelalawan. Pasalnya, inovasi dipercaya dapat memberikan terobosan-terobosan pembangunan, mewujudkan efisiensi dan efektifitas penggunaan sumber daya, mengatasi keterbatasan anggaran, serta mendorong adaptasi terhadap globalisasi. Selain itu, inovasi juga diarahkan pada memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat, perubahan mindset dan pola kerja pembangunan, serta peningkatan disiplin dan motivasi kerja masyarakat dan aparatur,” beber HM Harris.

HM Harris juga mengungkapkan, bahwa melalui visi 2016-2021 yaitu “Inovasi Menuju Pelalawan EMAS” yang merupakan singkatan dari Ekonomi Mandiri, Aman dan Sejahtera, maka Pemerintah Kabupaten Pelalawan terus berkomitmen untuk kemajuan pembangunan Pelalawan. Sedangkan makna dari visi tersebut adalah pembangunan yang didorong oleh upaya, gerakan dan prakarsa inovatif menuju kabupaten Pelalawan yang mandiri dalam ekonomi, aman dan sejahtera dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Dalam mewujudkan visi tersebut, ada tujuh program prioritas, salah satunya program Pelalawan Inovatif. Di mana Program Pelalawan Inovatif merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam meningkatkan daya saing daerah melalui pendekatan inovatif dengan membangun kawasan ekonomi baru yang mengintegrasikan industri bernilai tambah tinggi dengan pusat riset dan perguruan tinggi yang disebut Kawasan Teknopolitan Pelalawan sebagai simpul dari Jaringan Inovasi Pelalawan, Riau dan Sumatera.

Kamis (27/2/2020) malam yang berlangsung secara outdoor di Lido Lake Resort Jalan Raya Bogor Sukabumi Km 21 Bogor.

Salah satu dari 24 kepala daerah yang menrima penghargaan yakni Bupati Pelalawan H. M. Harris sang pemimpin visioner dari Propinsi Riau yang meraih penghargaan Inagurasi Indonesia Visionary Leader (IVL) 2019 session VI kategori The Best Innovation On Technopolitan Policy.Bupati Harris satu – satunya Kepala daerah dari Propinsi Riau yang meraih penghargaan dari Sindo Media.

Bupati Pelalawan H. M. Harris masuk sebagai penerima penghargaan Inagura.

Indonesia Visionary Leader 2019 session VI bersama 10 Kepala daerah lainnya yakni lainnya yakni Bupati Tabalong, Bupati Lombok Utara, Bupati Gorontalo, Bupati Pamekasan, Bupati Merangin, Walikota Denpasar, Bupati Jayapura, Walikota Solok, Bupati Sumbawa Barat, Bupati Pelalawan dan terkhir Bupati Maluku Barat Daya. Sementara kepala daerah peraih penghargaan di session VI sebanyak 13 orang.

Tumpak Hasopan pangabean Inspektur Jenderal Kemendagri RI dalam sambutannya menyambut baik atas gelaran Inagurasi Indonesia Visionary Leader yang digelar Sindo Media yang berkontribusi mengorbitkan para pemimpin yang visioner dari daerah.

“Ini tentunya menjadi masukan positif bagi Kemendagri RI untuk melakukan penilaian kinerja para kepala daerah dalam pembangunan. Ajang IVL 2019 ini merupakan ajang yang bergengsi dari media terhadap kinerja para kepala daerah. Selamat bagi para pemimpin daerah yang visioner yang selalu membuat terobosan-terobosan baru dalam membangun daerah,” paparnya.

Dirjen otda Akmal Malik  dalam sambutannya, menyampaikan bahwa pemilihan Kepala daerah penerima penghargaan Indonesia Visionary Leader (IVL) yang dilakukan oleh Sindo Media dilakukan dengan survei yang sangat jeli dan mengikuti berbagai tahapan.

“Ke depan tentunya Kita alan lakukan moratorium penilaian kerja kepala daerah agar melakukan evaluasi terhadap kepemimpinannya sebagai amanat pak menteri sesuai Peraturan Pemerintah nomor 3 tahun 2007,” ungkapnya.

Tumpak Hasopan pangabean Inspektur Jenderal Kemendagri RI dan Dirjen otda Akmal Malik didampingi para dewan juri dan CEO sindo Media Sururi Alfaruq bergantian menyerahkan piagam penghargaam kepada kepala daerah. (Advetorial Diskominfo Pelalawan/Deli)