Bupati Inhil Lepas Peserta Pawai Ta’aruf dalam rangka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Di Kecamatan Gaung

TEMBILAHAN, Riau Andalas.com – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan melepas peserta Pawai Ta’aruf dalam rangka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-47 Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Sabtu (13/5/2017).

Pawai Ta’aruf yang dipusatkan di Lapangan Teratak Sepakat Kelurahan Teluk Pinang ini, diikuti 700 peserta yang berasal dari 12 kafilah, serta diiringi kafilah Pencak Silat dan dimeriahkan oleh penampilan grup Drumband dari sejumlah siswa di Kecamatan GAS.

Pada kegiatan yang diisi dengan bazar tersebut, juga dilakukan pengukuhan Forum Komunikasi Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) GAS oleh Bunda PAUD Inhil, Hj Zulaikhah.

Tampak hadir saat itu, sejumlah Pejabat Eselon di lingkungan Pemkab Inhil, Camat GAS, Lurah dan Kepala Desa, tokoh agama dan masyarakat setempat.

Camat GAS, Ijmi dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kedatangan Bupati Inhil beserta isteri dan rombongan, dan berharap kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik, lancar dan sukses.

“Untuk MTQ tingkat Kecamatan GAS ke-48 tahun 2018 mendatang, rencananya akan dilaksanakan di Desa Idaman,” tutur Ijmi.

Sementara itu, Bupati Wardan menyatakan sangat senang dan bangga dengan pelaksanaan MTQ Kecamatan GAS ini, karena sebelumnya diawali dengan MTQ tingkat desa dan kelurahan.

“Ini sudah sejalan dengan program Pemkab Inhil, yang intinya bagaimana mencintai dan membumikan Al Qur’an. Untuk kemudian diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Apalagi memang, lanjut Bupati Inhil yang dikenal agamis ini, sejak akhir tahun 2013 dan memasuki awal tahun 2014, Pemkab Inhil di bawah kepemimpinannya sudah mencanangkan program Maghrib Mengaji bagi anak-anak, yang waktu pelaksanannya dimulai dari selesai Shalat Maghrib hingga menjelang Isya.

“Ini tidak lain dimaksudkan untuk menanamkan kepada anak-anak kita, supaya cinta dan senang ke masjid,” terangnya.

Selain itu, melalui program Maghrib Mengaji ini juga diharapkan dapat mengembalikan kejayaan Negeri Seribu Parit, yang dahulu pernah menjadi lumbungnya qori dan qori’ah.

“Sejak beberapa tahun terakhir ini, kita hampir menjadi juru kunci (urutan terbawah, red) pada MTQ tingkat Provinsi Riau. Karenanya, mulai sekarang seleksi kita lakukan dari tingkat bawah, yakni dari desa dan kelurahan, kemudian dilanjutkan di tingkat kecamatan hingga kabupaten,” tambahnya.

Setelah mendapatkan hasil yang terbaik di tingkat kabupaten, kata Bupati Wardan lagi, barulah dilakukan pelatihan dan pembinaan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ).

“Jadi, saya pesankan kepada setiap desa dan kelurahan, jangan ngambil orang dari luar untuk menjadi peserta MTQ, manfaatkan anak-anak dari daerah kita masing-masing, yang memang memiliki potensi-potensi yang sangat luar biasa,” imbuhnya.