BPK DAN TIPIKOR POLDA DIMINTA PERIKSA DANA HUMAS SEKDA KAB ROHUL

example banner

korup 2ROKAN HULURIAUANDALAS.COM badan pemeriksa ke uangan (BPK) propinsi Riau di minta periksa penggunaan anggaran di Lingkungan Humas Setdakab Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) di duga telah dikelola secara monopoli dan tidak lagi bentuk pembinaan pers, tapi hanya untuk memperkaya orang-orang tertentu.

hal ini disampaikan, Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kabupaten Rohul Rian Alfian, Sabtu (17/10), untuk dapat di jadikan bahan laporan pada BPK Propinsi , oknum-oknum yang hanya meraup keuntungan dari anggaran Humas Setdakab Rohul tersebut yakni Inisial FH, medianya MR dan RNC, Inisial MH, media SIB, MR, dan MNC, kemudian wartawan TV Daerah AE, media oneline RHC, wartawan MS, media online RTC, wartawan ES media online BRC, wartawan SK media online USC, bahkan media televisi daerah ini sudah mendapat kucuran miliaran rupiahbahkan ada lagi media online DRC.

“Ini jelas memperkaya kelompok-kelompok tertentu, padahal masyarakat dan media lainnya dengan berbagai alasan dan seolah-olah dipersulit untuk mendapat kontrak kerjasama dan uang pembinaan dari Pemkab Rohul, dengan ini kami minta agar aparat Badan Pemeriksa Ke uangan propinsi dapat turun dan menelaah kembali tentang kontrak media dan legalitas media-media tersebutkarna Pemkab Rohul telah mengucurkan anggaran untuk itu,” paparnya.

Lanjutnya, yang paling bahaya lagi Humas itu sendiri memiliki media baik online dan cetak berupa tabloid, itu juga diberikan anggaran yang besar. “Saya kecewa, ada tiga media besar kontraknya sudah miliyaran rupiah, tapi yang selalu mendapat galeri tetap media-media itu juga, sedangkan media lainnya terkesan dianak-tirikan,” punkasnya.

Dirinya berharap dengan penjelasan ini pihak BPK dan Tipikor polda dapat menelaah dan memeriksa kebenarannya karna kami yakin pihak Kejari Pasir Pangaraian baik itu Kasi Intelejen dan Kasi Pidana Khusus (Pidsus), memeriksa terkait keuangan dan dan pembinaan media di Humas Setdakab Rohul.akan tidak mampu untuk penyelidikan lebih lanjut” sindirnya Tambahnya, dulu pejabat Kejari Pasir Pangaraian setiap kali diantarkan temuan selau mereka bilang segan. “Lagi pula kita sama kita alangkah lebih baik dilakukan komunikasi yang baik, nanti kita juga yang jumpa itu saja alasan merekat,” pungkasnya.***M.hsb