Bersama BPBD, Komisi IV DPRD Inhil Perjuangkan Pembangunan Jembatan Kuala Enok ke Pusat

example banner

JAKARTA,Riau Andalas.com-Untuk memperjuangkan pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Tanah Merah dan Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah yang ambruk diterjang longsor, Komisi IV DPRD dan Badan Penanggualangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil mendatangi Kantor BNPB Pusat di Jakarta, Selasa (23/5/17). 

Hadir dalam kunjungan tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Inhil, Andi Rusli, Sekretaris Komisi Herwanissitas, anggota Komisi H Adriyanto, H Asmawi dan H Awandi serta didampigi Ketua BPBD Inhil H Yusfik. 

Jembatan Tanah merah menjadi perhatian serius bagi DPRD dan BPBD Inhil karena merupakan infrastruktur yang sangat vital bagi akses dan roda perekonomian masyarakat disana. 

Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil Herwanissitas menyebutkan, ada sekitar 6000 masyarakat kelurahan Kuala Enok dan hampir 20.000 warga Desa Tanah Merah yang dikoneksikan oleh jembatan tersebut. 

“Jembatan tersebut posisi sangat vital sekali, makanya menjadi perhatian serius kita bagaimana bisa dibangun sesegera mungkin,” ujar Herwanissitas. 

Kedatangan para wakil rakyat bersama BPBD Inhil itu disambut oleh Direktur Tanggap darurat dan Penanggulangan Pasca Bencana BNPB Pusat serta mendapat respon yang positif. Pemkab Inhil mengajukan bantuan Rp 3 miliar lebih untuk membangun kembali jembatan tersebut. 

“Alhamdulillah direspon baik oleh BNPB, mereka meminta kita melengkapi beberapa kekurangan adminitrasi,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini. 

Ditambahkan, pihaknya bersama stakeholder terkait akan melakukan ekspos guna meyakinkan BNPB pusat untuk mengucurkan dana tanggap daruratnya membangun jembatan Tanah Merah. 

“Yang kita ajukankan Rp 3 miliar lebih, jadi mereka (BNPB) minta kita melakukan ekspos, karena pengajuan dana diatas satu miliar itu salah satu syaratnya kita harus melakukan ekspos,” ujarnya. 

Untuk diketahui, pada tanggal 30 April 2017 lalu sebuah jembatan di Kecamatan Tanah Merah Indragiri Hilir (Inhil) ambruk, termasuk jalan, pos ronda dan 12 unit rumah warga. 

Diduga, musibah tanah longsor disebabkan oleh abrasi air sungai, dikarenakan pemukiman rumah masyarakat yang mengalami musibah longsor berada di sepanjang pinggir Sungai Perigi Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah.***(adv/Roy)