Anis: Buku TK Berbau Radikalisme akan di tarik

Tidak ada komentar 508 views
example banner
poto internet

poto internet

Jakarta,Riauandalas.com– Kemendikbud Melarang Sebuah buku untuk Taman Kanak-kanak yang beredar di Depok, Jawa Barat, berisi kata-kata yang dinilai menjurus ke radikalisme. Mendikbud Anies Baswedan menegaskan akan melarang penggunaan buku tersebut.

“Yang akan kami lakukan adalah melakukan pelarangan dan hari ini akan keluar kita akan mencari dasar-dasarnya dan jika memang terbukti kita akan larang,” kata Anies di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (21/1/2016).

Kemendikbud telah mengirim tim untuk melacak peredaran buku tersebut. Tetapi hingga saat ini memang belum ada laporan dari tim tersebut.

“Untuk diketahui, bukunya bukan terbitan Kemendikbud. Oleh karena itu kami tidak bisa menarik dan yang akan kami lakukan adalah melakukan pelarangan,” imbuh Anies.

Buku TK itu dilaporkan masyarakat ke GP Ansor. Wakil ketua umum GP Ansor, Benny Rhamdani, mengatakan penemuan buku tersebut berdasarkan laporan orang tua salah satu murid TK pada 19 Januari lalu. Dia menjelaskan, buku berbau unsur radikalisme itu dikemas dalam bentuk metode belajar membaca praktis.

Di dalam buku tersebut terdapat 32 kalimat yang mengarahkan pada tindakan radikalisme, di antaranya ‘sabotase’, ‘gelora hati ke Saudi’, ‘bom’, ‘Sahid di medan jihad’, hingga ‘cari lokasi di Kota Bekasi’. Kemudian ada juga kalimat dan kata-kata yang mengandung radikalisme seperti ‘rela mati bela agama’, ‘gegana ada di mana’, ‘bila agama kita dihina kita tiada rela’, ‘basoka dibawa lari’, “selesai raih bantai kyai’, dan ‘kenapa fobia pada agama’.
(bpn/Hendri/detik)