Anggota DPD RI Berdialog Bersama 30  Anak Jalanan

Tidak ada komentar 309 views

Semua Pihak Harus Peduli Nasib Para Anak Jalanan.

PEKANBARU,Riauandalas.com– Sebagai bentuk kepedulian dan menjalin silaturahmi, Anggota DPD RI Rostiuli Purba mengelar acara  bersama 30 orang anak jalanan dan gelandangan  yang ada di Kota Pekanbaru.
Acara itu dilakukan  di kantor DPD, Jalan Sambu, Kota  Pekanbaru, Senin (26/02).

Pada acara tersebut turut serta mengadakan dialog tentang masalah sosial, seperti  soal identitas yakni; kartu tanda penduduk (KTP).
Sedangkan itu para anak jalanan dan gelandangan yang hadir tersebut ada yang berasal dari Provinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara dan lain – lain.
“Kebetulan saat ini saya sedang reses. Jadi tidak ada skejul. Cuma, karena ada masukkan dari teman –  teman, agar berdialog terlebih dahulu sebelum berangkat ke Sungai Akar ke  Indragiri Hilir,” sebut Rostiuli kepada wartawan.
Rostiuli menerangkan,  acara tersebut merupakan dadakan yang dapat masukan dari temannya. Sebab katanya, ia memang sedang mengadakan reses.
Dengan adanya acara berkumpul bersama dan berdialog dengan anak jalanan maka mendapat keterangan dan menjadi sukacita bagi Rostiuli.
“Karena  diantara para gelandangan ini ada yang sudah berkeluarga dan ingin menjadi Satpam dan nantinya isterinya bisa berjualan,” papar Rostiuli.
Dari  hasil dialog tersebut Rostiuli menginginkan semua pihak peduli terhadap nasib para anak jalanan.
“Makanya akan kami bina dulu. Karena ini bidang saya. Setelah itu, maka ia akan berkordinasi dengan pihak terkait,” ungkap Rostiuli.
Selanjutnya, jelas Rostiuli, akan menyampaikan dengan ke pihak Dinas Sosial dan Dinas Kependudukan serta DPRD Kota Pekanbaru.
“Para gelandangan ini nantinya saya akan panggil dan mengumpulkan mereka di Gedung Debora. Sementara itu untuk selanjutnya mengundang para instansi terkait. Kebanyakan dari mereka tidak mengantongi identitas seperti KTP,” katanya.
Rostiuli mengaku masalah sosial sulit diatasi. Namun pesannya  semua pihak harus ikut terlibat menyelesaikannnya.
“Sulit dikendalikan. Karena keinginan mereka yang kebanyakan kumpul kebo. bukan dalam artian negatif, ya. Jadi untuk sementara ini mereka merasa senang – senang aja. Karena belum punya masalah. Tapi nanti ketika mereka menghadapi masalah besar, mereka akan kapok,” ujarnya.
Apalagi beber Rostiuli, masalah KTP bagi para gelandangan saat mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) diharapkan agar dapat memiliki hak pilih.
“Seharusnya para calon Gubernur yang mestinya menolong ini. Pak Firdaus kan Walikota, bisa dia mengkoordinir ini sebetulnya,” sehingga mereka bisa mengunakan hak pilihnya sebagai warga negara,” tutup  Rostiuli. Hn