Ahok dianggap hina Al-qur’an, Golkar diminta cabut dukungan

ahokJAKARTA, Riau Andalas.com – Bakal calon petahana Basuki T. Purnama (Ahok) dianggap melakukan penistaan terhadap Alquran surat Al Maidah ayat 51. Dalam video yang beredar di media sosial, Ahok diduga menyampaikan pernyataan yang tidak layak demi kepentingan pencalonannya dalam Pilgub DKI.

Politisi muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia mengecam keras pernyataan Ahok itu. Doni menilai ucapan Ahok itu menunjukkan sikap yang arogan yang memancing amarah dan menyakiti hati umat Islam.

“Sikapnya tidak saja selalu mengundang amarah, merusak kedamaian, dan menyakitkan manusia, namun sudah sampai pada menyerang bahkan menista agama Islam. Ahok telah menghina Alquran, yang artinya telah menghina umat Islam seluruh dunia,” kata Doli melalui rilis yang diterima merdeka.com, Jumat (7/10).

Doli menyebut pernyataan Ahok tidak bertentangan dengan Pancasila dan karakter bangsa Indonesia. Sebagai muslim, Doli mengaku tersinggung dengan ucapan Ahok.

“Ahok sama sekali tidak memahami bahkan bertentangan dengan Pancasila dan karakter dasar bangsa Indonesia. Saya sebagai seorang muslim dan juga kader Golkar merasa tersinggung,” tegasnya.

Tak hanya itu, Doli berpendapat sikap mantan Bupati Belitung Timur itu terkesan mengajak warga untuk ingkar pada ajaran Islam. Ditambah, figur Ahok jelas tidak sesuai dengan platform dan doktrin partai Golkar yang berazaskan Pancasila dan UUD 1945.

“Figur Ahok sudah tidak relevan lagi dengan doktrin Karya Kekaryaan dan Ikrar Panca Bhakti Golkar. Sikap yang ditunjukkan oleh Ahok yang mengajak orang untuk tidak percaya atau mengingkari Kitab Suci dan keyakinannya telah bertentangan dengan Ikrar pertama Panca Bhakti,” klaimnya.

Oleh karena itu, Doli akan mendesak Golkar untuk menarik dukungannya kepada Ahok di Pilgub DKI. Sebab, karakter dan sikap Ahok telah bersebrangan dengan jiwa dan semangat partai Golkar.

“Saya mendesak agar Partai Golkar untuk segera menarik dukungannya kepada Ahok, karena Ahok yang didukung oleh Partai Golkar sudah tidak sesuai lagi dengan jiwa, semangat, dan nilai-nilai yang selama ini dikembangkan dalam Golkar yang berazaskan Pancasila dan UUD 1945,” tambah Doli.

Dia khawatir kemarahan umat muslim atas pernyataan Ahok dapat berdampak buruk pada Partai Golkar.

“Saya khawatir kemarahan ummat yg dihina oleh Ahok akan berdampak negatif terhadap Golkar.Sebagai sebuah partai yang memiliki karakter nasionalisme-religius, Golkar tidak pantas memberikan dukungan terhadap figur yg anti agama dan anti persatuan bangsa,” pungkasnya.(sumber:Merdeka.com)