36 Tim di Rambah Hilir Ikuti Lomba Bopacu Sampan di Sungai Batang Lubuh

example banner

RAMBAH HILIR, Riau Andalas.com – Sebanyak 36 Tim ikut meramaikan Lomba Rambah Hilir Bopacu Sampan di aliran Sungai Batang Lubuh Desa Rambah Hilir, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Selasa (15/8/2017) sore.

Lomba Bopacu Sampan diprakarsai Himpunan Mahasiswa Kecamatan Rambah Hilir (HIMAKRI), memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-72, dibuka Camat Rambah Hilir Yunaidi S.Sos dan dihadiri Kepala Desa Rambah Hilir Romi Yuliandra SE, ketua PK KNPI Rambah Hilir, ketua PK Golkar Rambah Hilir‎ dan ribuan masyarakat setempat.

Pada sambutannya saat membuka lomba, ‎Camat Rambah Hilir Yunaidi mengatakan Lomba Bopacu Sampan merupakan even perdana digelar. Ia berharap even ini dilaksanakan‎ rutin setiap tahun ke depan oleh masyarakat setempat.

Menurutnya, Lomba Bopacu Sampan‎ di aliran Sungai Batang Lubuh atau Sungai Rokan Kanan di Dusun Pasar Muara Rumbai sebagai ajang silaturahmi Pemerintah Kecamatan dan Pemerintahan Desa Rambah Hilir terhadap masyarakat.

Selain itu, lomba yang baru berakhir Kamis 17 Agustus 2017 juga sebagai upaya untuk mengingatkan kembali alat transportasi air dipakai masyarakat Rambah Hilir sebelum ada pelayangan atau rakit di daerah itu.

Dulunya, sebelum ada pelayangan, masyarakat Dusun Pasar Muara Rumbai harus mengayuh atau mendayung sampan untuk pergi ke ladang atau beraktivitas ke seberang Sungai Batang Lubuh.

Yunaidi punya‎ rencana, lokasi Lomba Bopacu Sampan akan dijadikan tempat untuk acara Mandi Balimau setiap menjelang bulan Ramadan. Ia menargetkan lokasi ini dijadikan tempat wisata.

“Tembok dibangun pemerintah ini harus dimanfaatkan. Lokasinya juga cocok dijadikan tempat wisata,” ujar Camat Rambah Hilir.

Yunaidi sangat mengapresiasi ide mahasiswa tergabung di HIMAKRI, pemuda, dan masyarakat Rambah Hilir dalam membangkitkan tradisi lama di daerah itu. Dengan bahu membahu dan kerjasama Lomba Bopacu Sampan akhirnya terlaksana.

Sementara itu, Kades Rambah Hilir Romi Yuliandra mengaku kegiatan ini juga bertujuan untuk menjalin silaturahmi antar sesama masyarakat yang ada di kecamatan Rambah Hilir, terutama pasca Pilkada dan Pilkades lalu yang mana terdapat masyarakat yang berbeda pilihan, kini bersatu kembali.

“Kita harus bisa mengambil makna dari lomba ini, bagaimana dibutuhkan perjuangan dan kerjasama untuk bisa menjadi juara, begitu juga Pahlawan waktu merebut kemerdekaan mengorbankan jiwa dan raganya, jadi harus kita hormati jasa mereka,” harapnya.

Pada lomba, puluhan tim peserta, setiap tim ada dua orang‎ terlihat semangat berpacu sampan dengan melawan derasnya arus Sungai Batang Lubuh.

Setiap tim wajib mengambil sebuah bendera merah putih  yang berada di seberang sungai, dan harus kembali ke start. Setiap pemenang akan diadu kembali untuk mendapatkan sang juara.‎