PHR WK Rokan Serahkan 300 Paket Bantuan Korban Gempa di Pasaman Barat

277 views
banner 160x600

 

PASAMAN,Riauandalas.com- PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Wilayah Kerja (WK) Rokan menyalurkan 300 paket bantuan bagi korban gempa bumi di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat. Bantuan diterima langsung oleh Bupati H. Hamsuardi di Kantor Pemkab Pasaman Barat pada Senin (14/3).

”Kami sangat senang saudara kami datang jauh-jauh dari Riau untuk menyerahkan bantuan kepada masyarakat kami. Semoga pemberian ini menjadi amal ibadah dan berkah bagi kita semua,” ucap Bupati Hamsuardi. Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan ke kelurahan-kelurahan yang paling terdampak bencana gempa. Dalam serah-terima bantuan itu, Bupati didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Pemkab Pasaman Barat Joni Hendri dan sejumlah perwakilan Organisasi Perangkat Daerah.

Bantuan PHR WK Rokan terdiri atas 200 paket sembako dan 100 paket hygiene kit. ”Bantuan ini merupakan wujud rasa empati kami terhadap kondisi saudara-saudara kita di Pasaman Barat yang terdampak bencana gempa bumi beberapa waktu yang lalu. Semoga bantuan kami dapat meringankan beban para korban,” ungkap VP Corporate Affairs PHR WK Rokan Sukamto Tamrin saat dikonfirmasi secara terpisah.

PHR WK Rokan menggandeng Dompet Dhuafa dan Disaster Management Center Dompet Dhuafa dalam penyaluran bantuan tersebut. Bantuan ini bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan.

Gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo pada 25 Februari lalu itu menyebabkan sedikitnya 11 orang meninggal dunia dan merusakkan ribuan bangunan rumah, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan fasilitas pemerintah. Dampak paling parah dialamai masyarakat di Kecamatan Talamau, Kecamatan Kinali, dan Kecamatan Pasaman.

Pemda setempat telah mengakhiri status tanggap darurat dan beralih masuk masa pemulihan selama 90 hari, terhitung mulai 11 Maret hingga 8 Juni 2022. Mereka tengah memperbaiki fungsi prasarana dan sarana publik, serta membantu kondisi sosial-ekonomi para korban dan pengungsi.(rilis/rd)**

 

Tidak ada Respon

Komentar ditutup.