Polres Rohul Tetapkan 3 Terduga Tersangka Terkait Kebakaran Hutan Lindung Bukit Suligi Riau


ROKAN HULU,Riauandalas.com – Polres Rokan Hulu menggelar Konfrensi Pers di halaman Mapolres Rohul, Jalan Lingkar Km 4 Desa Suka Maju Kecamatan Rambah Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau

Kapolres Rokan Hulu AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat S.I.K M.H mengatakan pihaknya telah menetapkan 3 orang tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di hutan lindung Bukit Suligi, Desa Kumain,dan Desa Puo Raya Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu

Ketiganya sempat diperiksa intensif sebagai saksi usai diamankan saat kebakaran terjadi lalu ditingkatkan statusnya jadi tersangka. Mereka berinisial KA (45), SR (45), dan ED (46),” ujar Kapolres Rohul Senin (02/8/2021) Siang.

Menurut Taufiq, ketiga pelaku ditetapkan sebagai tersangka karena menebang dan membakar hutan lindung. Dari keterangan mereka, polisi melakukan pengembangan terhadap pelaku perusak hutan lainnya, setelah dilakukan pengembangan, Penyidik reskrim melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara),” Jelasnya.

Taufiq menyebutkan, dari hasil pemeriksaan awal, lokasi kebakaran itu memang statusnya masuk kawasan hutan lindung Bukit Seligi, Polisi juga menyita barang bukti yang diamankan berupa 3 potong kayu bekas terbakar.

Taufiq belum mau berspekulasi apakah pelaku merambah dan membakar hutan untuk ditanami sawit. Sebab, polisi masih harus mendapat sejumlah barang bukti lainnya.

Sebelumnya diberitakan, kebakaran terjadi di Kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi yang terletak di dua Desa yaitu Desa Kumain, dan Desa Puo Raya, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu Riau.

Ketika itu Sejumlah petugas gabungan TNI-Polri dan BPBD berjibaku melakukan pemadaman selain itu BPBD Riau, mengerahkan 1 unit helikopter untuk melakukan water boombing (bom air) di lokasi kejadian Kebakaran lahan di Bukit Suligi yang mencapai 170 Hektar itupun berhasil di padamkan dengan melakukan 50 kali water bombing dalam upaya pemadaman Karhutla

Pantauan media saat terjadi Karhutla Helikopter mengambil air dari sebuah danau yang berjarak sekitar 1 km dari lokasi kejadian meski
upaya pemadaman karhutla di Hutan Lindung Bukit Suligi sempat terkendala dengan sulitnya akses menuju lokasi serta tidak adanya sumber air.

Petugas gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD serta masyarakat setempat hanya bisa melakukan pemadaman secara manual namun akhirnya api dapat dipadamkan
*(Alfian Top)

Tidak ada Respon

Komentar ditutup.